in

Gelar Diklat Online Kurikulum Cinta, Kemenag Siapkan Kuota 250 Ribu Peserta

Kepala BMBPSDM Muhammad Ali Ramdhani saat menjelaskan persiapan peluncuran Pelatihan KBC melalui MOOC Pintar kepada Menteri Agama, Senin (20/4/2026). (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama membuka kesempatan luas bagi ASN dan warga, untuk ikut Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Kuota tidak kurang dari 250 peserta disiapkan untuk pelatihan berbasis Massive Open Online Course (MOOC) Pintar, yang dikembangkan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen (Pusbangkom) SDM Kemenag.

Pendaftaran Pelatihan KBC berbasis MOOC Pintar, masih dibuka sampai 21 April 2026 dan hingga kemarin tercatat sudah ada 243 ribu pendaftar, kebanyakan para guru dan dosen.

Pelatihan KBC Online ini, digelar bekerja sama dengan Pusbangkom SDM, Ditjen Pendidikan Islam, dan kemitraan pendidikan Australia-Indonesia melalui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi).

Kerja sama ini difokuskan pada penguatan praktik pembelajaran dasar yang selaras dengan visi perlindungan anak dari Bappenas.

Sinergi lintas lembaga ini memastikan bahwa setiap materi yang disajikan memiliki standar kualitas yang mumpuni serta relevan dengan kebutuhan psikologis anak zaman sekarang.

Pelatihan ini akan digelar secara asynchronous dari 22 – 28 April 2026. Pembukaan pelatihan rencananya akan dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 22 April 2026.

Menteri Agama berharap terobosan digital ini mampu mentransformasi wajah pendidikan keagamaan di Indonesia secara profesional dan menyeluruh.

“Saya berharap pelatihan ini memberikan gambaran penerapan secara riil dari Kurikulum Berbasis Cinta dengan lebih profesional,” ungkap Menteri Agama saat menerima audiensi Tim Balitbangdiklat Kemenag di Kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani, mengungkapkan bahwa inovasi ini akan disusun menjadi proyek jangka panjang.

“Melalui standarisasi yang jelas, setiap pendidik diharapkan mampu memberikan muatan kurikulum cinta agar dapat lebih mudah dan praktis diterapkan di unit pendidikan masing-masing,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

Pelatihan MOOC KBC ini diproyeksikan mampu menjadi leading sector bagi Kementerian Agama dalam menghadirkan atmosfer cinta di ruang kelas serta proses pembelajaran.

Target besarnya adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif di mana setiap anak merasa dicintai, dihargai, dan tumbuh dalam lingkungan yang mengedepankan toleransi dan rasa kasih sayang sesama manusia. (HS-08)

 

 

Gerakan Indonesia ASRI, Inilah Aksi Umat Lintas Agama

Era Digital, Anggota DPR Ini Tekankan Perlindungan bagi Perempuan