HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang tahun 2022 berhasil melampui target pendapatan yang telah ditetapkan.
Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, target pendapatan Kota Semarang pada 2022 adalah sebesar Rp 5,01 triliun. Sedangkan realisasinya melampaui target tersebut yakni mencapai Rp 5,13 triliun.
“Ini lebih besar yaitu mencapai 102,38 persen, melampaui target,” terang Iswar, Kamis (26/1/2023).
Iswar menjelaskan, APBD Kota Semarang 2022 terdiri dari belanja operasi sebesar Rp 4,05 triliun, belanja modal senilai Rp 1,15 triliun, serta belanja tidak terduga sebanyak Rp 10,27 miliar.
Dari total serapan anggaran, menurut Iswar juga tergolong baik yakni lebih dari Rp 4,89 triliun atau sebesar 93,85 persen.
“Angka ini alhamdulillah, sesuai apa yang disampaikan Kemendagri bahwa Semarang urutan nomor dua tertinggi kaitan serapan anggaran,” paparnya.
Dari anggaran yang terserap, Pemerintah Kota Semarang melaksanakan pembenahan infrastruktur pembangunan gedung kesehatan meliputi pembangunan lanjutan Puskesmas Bulusan dan pembangunan IGD tahap 1 RSUD Wongsonegoro.
Lalu, digunakan memoles potensi wisata, pemkot melakukan revitalisasi gedung Ki Narto Sabdo, mempercantik Kampung Jawi, memperbaiki Agro Wisata Sodong, membangun Jembatan Kaca Tinjomoyo, membangun Makam Depok, dan merevitalisasi Kampung Melayu.
Kemudian, peningkatan infrastruktur jalan meliputi Jalan Gajah, Jalan Palir Kaliancar, Jalan Juwono Baru, Jalan Medoho, dan Jalan Sodong. Selanjutnya, di sektor pendidikan juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang diantaranya dengan adanya pembangunan SD Ngaliyan 04 dan kelas baru SMPN 38 Semarang.
“Pada sektor UMKM, Pemkot membangun sentra IKM Batik Alam Malon serta kolam dan saluran di Gunungpati. Fasilitas publik juga semakin diperbanyak pada 2022, antara lain adanya pembangunan Lapangan Sidodadi dan sport center di beberapa kecamatan dan kelurahan. Serta pembangunan Taman Gedung Pandanaran juga jadi bukti keseriusan pemkot dalam memberikan fasilitas umum dan ruang terbuka hijau bagi masyatakat,” katanya.
Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta agar selalu memberikan inovasi dan pelayanan prima untuk masyarakat, pemkot membangun mal pelayanan publik, rehab gedung paripurna DPRD, pusat studi DLH, serta fasilitas penunjang kantor pertanian.
“Kami juga mengadakan beberapa kegiatan diantaranya Festival Batik Specta, Pasar Tani, Semarang Heritage Run, Semarang Flower Festival, Semarang 10K, dan Semarang Night Carnival,” pungkas Iswar.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengapresiasi kinerja Pemkot Semarang yang bisa melaksanakan program yang telah direncanakan tahun 2022. Menurut Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang ini meski masih menyisakan Silpa pada tahun ini ada kisaran angka Rp 180 sampai Rp 200 miliar. Atau paling besar diangka Rp 300 miliar, dari total belanja yang sudah dianggarkan pada APBD tahun 2022 sebesar Rp 5,1 Triliun.
Angka tersebut lanjut dia, dinilai kecil dan suatu prestasi karena sejumlah pembangunan yang direncanakan Pemkot Semarang, berhasil dilakukan atau terlaksana. Dimulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pokok Pikiran Dewan (Pokir), Musrenbang dan program lainnya bisa terlaksana.
“Jika angka Silpa Rp 300 miliar ini saya kira sangat kecil dan menjadi sebuah prestasi Pemkot Semarang. Dimana dari total belanja anggaran, hampir semua terlaksana dan terserap dengan baik,” jelasnya.
Menurutnya, program yang direncanakan pada tahun 2022 juga banyak program pembangunan baru, seperti jalan tembus Jangli- Undip, dan lainnya, sesuai dengan RPJMD. Sementara, untuk program lanjutan yang gagal di tahun sebelumnya hanya ada beberapa, seperti RSUD Mijen, dan Jembatan Kaca Tinjomoyo yang telah rampung akhir tahun 2022. (HS-06)