in

Sebagai Bentuk Rasa Syukur, Nelayan Sendang Sikucing Gelar Sedekah Laut

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo saat memberikan sambutan dalam acara Sedekah Laut Desa Sendang Sikucing Kecamatan Rowosari, Minggu (16/10/2022).

HALO KENDAL – Larung Sesaji dalam rangka Sedekah Laut diikuti ratusan warga nelayan di Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, pada Minggu (16/10/2022).

Dalam prosesi, sesaji terlebih dulu dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendang Sikucing untuk didoakan sebelum dibawa ke tengah laut.

Bermacam sesaji, mulai dari kepala sapi lengkap dengan kaki dan kulitnya, serta beraneka jajanan pasar dan juga sesaji lainya.

Penasehat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Rowosari, Muhammad Sutarto menjelaskan, sedekah laut merupakan tradisi sebagai bentuk rasa syukur para nelayan.

“Biasanya dilakukan pada bulan Muharam atau Suro, namun karena situasi diundur di bulan Maulud,” jelasnya.

Sutarto menambahkan, kegiatan larung sesaji ini juga kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kendal dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal dengan menyajikan berbagai budaya, seperti wayang kulit dan wayang golek untuk menghibur masyarakat.

“Tradisi ini puncak kegiatan, yang sebelumnya ada beberapa kegiatan, olahraga dan kegiatan lomba lainya. Yang lebih menarik adalah lomba miniatur kapal yang diikuti peserta dari beberapa kabupaten,” imbuhnya.

Sementara, untuk sesaji yang dilarung di tengah laut, lanjut Sutarto, menggunakan miniatur kapal.

“Nantinya kepala sapi dan sesaji akan dimakan ikan, sehingga semua makhluk laut bisa berkembang dan akan menjadi penghasilan para nelayan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, larung sesaji dalam acara Sedekah Laut ini merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang, dan merupakan bentuk rasa syukur para nelayan kepada Tuhan yang Maha Esa karena sudah diberikan rezeki dalam bentuk hasil laut.

Menurutnya, kegiatan sebagai bentuk guyup rukun para warga nelayan di Sendang Sikucing. Dimana mereka secara sukarela patungan untuk mendukung kegiatan Sedekah laut.

“Sehingga tidak ada salahnya jika masyarakat nelayan melakukan sedekah laut, selain memberikan sedekah pada semua warga nelayan dengan mengadakan berbagai kegiatan dan hiburan,” ujarnya.

Hudi juga berharap, dengan melestarikan warisan budaya Sedekah Laut secara turun-temurun, bisa ikut meningkatkan ekonomi nelayan di wilayah Kendal.

“Para nelayan tetap semangat dan inovatif disaat kondisi dihadapkan dengan kenaikan harga BBM bagi nelayan, yang tentunya berdampak terhadap pendapatan,” harapnya. (HS-06)

Gowes Keliling Wilayah, Bupati Purworejo Disambut Antusias Warga

SMP 1 Brangsong Memulai Program Griya Pustaka Berbasis Digital