in

Satgas Rasaka Cartenz 2023 Beri Pelayanan Kesehatan Gratis di Papua Tengah

Tim kesehatan Polri yang tergabung dalam Satgas Rasaka Cartenz 2023, memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di Kampung Kago, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. (Foto : Humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Tim kesehatan Polri yang tergabung dalam Satgas Rasaka Cartenz 2023, memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di Kampung Kago, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Tim yang dipimpin oleh Bripda Muhammad Satrio Adi, menjalankan program keladi sagu, dengan tujuan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi warga yang sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan perawatan medis.

Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan dan penanganan penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), serta masalah stunting.

Selama pemeriksaan, tim kesehatan menemukan beberapa kasus, termasuk Yomina Murib (45 tahun), yang menderita hipertensi dan Yan Alom (55 tahun) yang mengeluhkan ISPA.

Satrio Adi, seperti dirilis humas.polri.go.id mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan ini dilakukan dari rumah ke rumah warga dengan tujuan membantu meringankan penderitaan mereka akibat penyakit.

Kabupaten Puncak telah lama memiliki angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tergolong rendah, yakni di bawah 60, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per akhir tahun 2022.

Program Keladi Sagu ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah ini.

Selain memberikan perawatan medis, warga juga diberikan saran untuk beristirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat agar kondisi kesehatan mereka tidak memburuk.

Beri Pendidikan

Tak hanya pelayanan kesehatan, Satgas Ops Rasaka Cartenz dalam mendukung pendidikan anak-anak di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Melalui Program Si-Ipar, Briptu Stefanus O Yenusi tak hanya menambah pengetahuan bagi warga, tetapi juga membuka jalan baru bagi anak-anak yang terputus dari jalur pendidikan.

Dalam Program Si-Ipar tersebut, belum lama ini, Mako Polsek Sugapa menjadi wadah bagi penyelenggaraan Program Si-Ipar. Sebanyak 6 anak antusias mengikuti pembelajaran tersebut.

Briptu Yenusi dalam kesempatannya mengatakan, keaktifan anak-anak dalam menyerap setiap materi menjadi bukti nyata bahwa kesempatan pendidikan menjadi cahaya harapan bagi mereka.

Dalam suasana yang penuh semangat, dirinya memberikan pelajaran tentang berhitung kepada anak-anak tersebut.

“Ketekunan mereka dalam memahami dan merespons pembelajaran dari Anggota Satgas Ops Rasaka Cartenz sangat mengesankan,” tuturnya, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Anak-anak yang sempat terputus dari pendidikan maupun yang belum pernah sekolah menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang luar biasa dalam belajar membaca dan menulis.

“Program ini memiliki tujuan mulia untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan,” ungkap Yenusi dengan antusias.

Di sisi lain, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, Kabid Humas Polda Papua, menyatakan bahwa Program Si-Ipar, mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung pendidikan di Papua.

Hal tersebut juga merupakan bagian dari usaha Satgas Rasaka Polda Papua, dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di bidang pendidikan.

“Program ini tidak hanya mencerdaskan anak-anak Papua, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas IPM di Provinsi Papua Tengah,” kata Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo.

Program Si-Ipar telah membuktikan manfaatnya dengan membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang terputus dari sekolah atau belum bersekolah.

Hal ini berdampak positif pada perkembangan dan kemajuan wilayah setempat.

Diperlukan kerjasama antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dalam mencapai perubahan positif dan berkelanjutan.

“Program Si-Ipar mengingatkan kita akan potensi positif yang dapat diciptakan melalui sinergi ini,” tutup Kombes Benny. (HS-08)

Pesantren Al Kasyaf Bandung, Bangun Ekonomi Umat Berbasis Zakat dan Wakaf

Tak Mau Terlena dengan Euforia Sementara