BERAWAL dari kebutuhan membuat minuman sehat untuk terapi sendiri, kini justeru minuman sehat tersebut semakin berkembang dan dikenal luas masyarakat. Bahkan bisa dijadikan salah satu pilihan usaha yang menambah penghasilan.
Minuman sehat ini berupa Psikombucha, yang biasanya digunakan untuk terapi kesehatan diri sendiri. Seperti untuk meningkatkan sistem imun tubuh, alergi parah dan mengatasi gangguan sistem metabolisme.
Dengan banyak manfaat dari minuman itu, kerja keras seorang pengusaha dan sekaligus pembuat minuman Psikombucha asal Semarang ini, yang bernama Sari Astuti, akhirnya membuahkan hasil.
Diceritakan Sari, sapaan akrabnya, dirinya memulai mengenalkan minuman sehat buatannya kepada masyarakat sejak pada akhir 2019, setelah dirinya diajari otodidak dari seorang teman untuk membuat Kombucha.
Kemudian dirinya memilih untuk lebih menekuni usaha tersebut hingga sekarang.
“Awalnya, hanya ingin menyajikan minuman itu secara cuma-cuma kepada pengunjung kedai kopinya yang berada di sekitar Swalayan ADA, Srondol, Banyumanik. Saat itu disajikan dengan gratis,” katanya.
Namun, kata Sari, setelah pengunjung mencoba minuman tersebut banyak yang suka. Menurut mereka minumannya berkhasiat untuk tubuh. Hal itu akhirnya membuat ibu kelahiran tanggal 13 September ini mulai memberanikan diri untuk menyajikan minuman sehat itu ke dalam salah satu sajian menu di kedai kopi.
“Karena ada masukan dari pelanggan untuk dimasukan ke dalam daftar menu kedai, agar minuman sehat ini tidak gratisan lagi. Dan waktu itu, juga Pandemi dinyatakan masuk ke Indonesia pada Maret 2020, malah orderan minuman sehat ini makin banyak yang masuk, bahkan, ada yang dari luar daerah, terutama mereka sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di garis depan di rumah sakit. Dan saat itulah saya mula beranikan diri untuk memenuhi permintaan produk Psikombucha ke customer. Sambil menjalankan usaha kedai kopinya dengan cara berkongsi tersebut,” terangnya, saat dihubungi Halosemarang, Kamis (21/7/2022).
Namun imbas dari Pandemi corona, Sari menjelaskan jumlah pengunjung kedai kopinya pun ikut menurun drastis, sehingga pada Juli 2020 usahanya pun resmi ditutup.
Kondisi tersebut tidak jelas sampai kapan selesainya. Sehingga pada Juli 2020, pemasukannya hanya mengandalkan fokus membuat produksi Psikombucha saja, dan tidak lagi membuka kedai kopi.
“Jadi masa-masa itu saya mulai fokus melakukan banyak percobaan, flavouring, termasuk dengan daun kelor dan lainnya juga mulai sering posting di IG. Pada awal September 2020, saya buka pameran & buka tenant pertama kali di @spiegelbistro. Sungguh-sungguh berkah untuk kami, sehingga Psikombucha mulai dikenal di Kota Semarang. Dan beberapa kali kami diundang Spiegel untuk pameran sekaligus diminta mengisi workshop tentang kombucha. Pada akhir tahun 2020, bergabung dengan @pasarsehatsmg di @basiliagroup dan rutin mengadakan gelaran atau buka tenant tiap hari Minggu pagi sampai sekarang,” kata perempuan yang pernah menjadi pengajar di salah satu sekolah di Semarang ini.
Diterangkan Sari, bahwa minuman Kombucha ini salah satu jenis minuman fermentasi yang kaya akan antioksidan dan probiotik.
“Kombucha populer di banyak negara, karena manfaatnya yang berlimpah, mulai dari menjaga kesehatan saluran pencernaan, menyeimbangkan sistem imun, hingga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Kombucha didapat melalui fermentasi teh manis selama seminggu atau lebih. Kombucha juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin C, enzym dan bakteri baik,” papar Sari yang kini berdomisili di Pudakpayung Semarang ini.
Sari juga berpesan untuk masyarakat yang akan memulai bisnis atau usaha untuk berjuang dan terus gigih. Meski usahanya baru berjalan beberapa tahun ini, menurutnya, untuk memulai usaha jangan berpatokan pada usia.
“Dan masa depan itu ada, harapan itu tidak akan hilang jika kita terus gigih berjuang. Saya senang kalau customer dan pelanggan saya mulai membaik dan merasa terbantu setelah menjalani terapi minuman sehat ini. Seperti saya dulu berjuang untuk mendapatkan kesehatan saya kembali, tentunya juga untuk mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan yag ada di depan mata sekaligus membantu ekonomi keluarga” pungkasnya. (HS-06)