in

Sambut Kunjungan Menag, Uskup Surabaya Ungkap Makna Khusus Puasa, Perang, dan Persaudaraan Lintas Iman

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi Gereja Katedral Surabaya - Hati Kudus Yesus (HKY), Jumat, (6/3/2026). (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Uskup Keuskupan Surabaya, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, menyebut puasa tahun ini memberikan makna khusus bagi umat Islam dan Katolik.

Selain keduanya sama-sama menjalankan ibadah puasa, ibadah tersebut berlangsung di tengah situasi global yang diwarnai konflik dan perang antarnegara.

Makna khusus tersebut disampaikan Uskup Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, saat menyambut kunjungan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar ke Gereja Katedral Surabaya – Hati Kudus Yesus (HKY).

Kunjungan itu dalam rangka penyaluran bantuan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kemenag, untuk renovasi rumah ibadah Katolik di Surabaya.

Bantuan senilai Rp50 juta ini disalurkan untuk gereja di wilayah Keuskupan Surabaya.

Lebih lanjut Mgr Agustinus Tri Budi Utomo menyambut baik kunjungan dan bantuan yang diberikan pemerintah.

Menurutnya, kehadiran Menteri Agama menjadi tanda bahwa negara hadir bagi umat Katolik di Surabaya.

‎“Saya percaya kehadiran Bapak pada hari ini juga menjadi ketentuan tersendiri bahwa Bapak menghadirkan negara bagi umat Katolik di Surabaya,” kata Agustinus, seperti dirilis kemenag.go.id.

Ia juga menilai momentum tahun ini memiliki makna khusus, karena masa puasa umat Islam, beriringan dengan masa puasa umat Katolik, dan berlangsung di tengah situasi global yang diwarnai konflik dan perang antarnegara.

“Maka peristiwa ini memberi makna tersendiri bagi kita umat beragama di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Agustinus, situasi tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persaudaraan lintas iman, serta memperkuat peran agama sebagai sumber kedamaian di tengah tantangan global.

Sementara itu Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengatakan bantuan tersebut merupakan simbol kehadiran negara bagi seluruh pemeluk agama sekaligus bentuk komitmen pemerintah menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Ini simbol bahwa Indonesia adalah bentuk negara yang patut dijadikan contoh dari segi toleransi dan keberagamannya,” kata Menag di Gereja Katedral Surabaya – Hati Kudus Yesus (HKY), Jumat, (6/3/2026).

Menag dan Uskup Surabaya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo memberikan sambutan singkat di Gereja Katedral Surabaya – Hati Kudus Yesus (HKY)

‎Ia juga mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga harmoni sosial, terutama pada momentum bulan Ramadan yang juga bertepatan dengan perayaan Imlek, Nyepi dan Pra-Paskah.

“Di bulan suci Ramadan ini, mari kita saling merawat kerukunan supaya semuanya tenang beribadah sesuai kepercayaannya masing-masing,” ujarnya. (HS-08)

 

 

Hadiri Peresmian Kebun Anggrek di Nglurah, Bupati Karanganyar : Potensi Tawangmangu Luar Biasa

Jateng–DIY Matangkan Rencana Tuan Rumah Bersama PON, KONI Jateng Audiensi dengan Paku Alam X