HALO SEMARANG – Tim dari Kementerian Pendidikan Vanuatu, menyebut Indonesia merupakan salah satu tujuan ideal bagi pelajar dari negaranya, untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Penilaian itu disampaikan Ketua Tim Penilaian Beasiswa Kementerian Pendidikan Vanuatu, Joe Gideon, sekaligus pejabat yang menangani program beasiswa di Kementerian Pendidikan Vanuatu, setelah mengunjungi sejumlah lembaga di Jakarta dan Surabaya, pada 5–11 Juli 2026 lalu.
Tak hanya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), mereka juga mengunjungi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas IPB, dan Universitas Airlangga (Unair).
Kunjungan yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tersebut, bertujuan meninjau kualitas pendidikan tinggi dan lingkungan belajar di Indonesia, sekaligus memperkuat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Vanuatu.
“Secara keseluruhan, tim menaruh kepercayaan terhadap sistem pendidikan tinggi Indonesia serta komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional,” ungkap Joe Gideon, seperti dirilis kemdiktisaintek.go.id.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Prof Yuli Rahmawati mengemukakan tim mendapat mandat dari Pemerintah Vanuatu untuk menilai kelayakan Indonesia sebagai negara tujuan studi bagi mahasiswa Vanuatu.
Indonesia semakin diminati sebagai tujuan studi bagi pelajar Vanuatu. Pada 2026, sebanyak 17 pelajar Vanuatu menerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan The Indonesian AID Scholarship (TIAS) dari Pemerintah Indonesia.
“Ini merupakan tren yang sangat menggembirakan. Jumlah pelajar Vanuatu yang diterima tahun ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya,” jelas Yuli Rahmawati.
Saat menerima kunjungan tim di Kemendiktisaintek, Jakarta, Direktur Kelembagaan, Prof. Mukhamad Najib, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Vanuatu.
Ia menyambut baik tingginya minat pelajar Vanuatu untuk menempuh studi di Indonesia dan berharap semakin banyak kemitraan dapat terjalin antara perguruan tinggi Indonesia dan berbagai pihak terkait di Vanuatu.
Kunjungan Tim Penilaian Beasiswa Vanuatu ke Indonesia turut mengubah pandangan mereka mengenai lingkungan belajar dan kondisi sosial di Indonesia.
“Sebelumnya, kami hanya melihat Indonesia melalui media sosial, yang terkadang menggambarkannya sebagai negara yang kurang aman dan diwarnai konflik,” ujar Esneth Esika, salah satu anggota tim.
Tim mengaku sangat terkesan dengan lingkungan kampus yang tertata, kualitas pengajaran, serta fasilitas pendukung pembelajaran yang sangat baik, termasuk laboratorium modern dan suasana belajar yang kondusif.
“Kondisi perguruan tinggi yang kami kunjungi jauh melampaui ekspektasi kami,” ungkap Esneth.
Selain terkesan dengan kualitas pendidikan, delegasi Vanuatu juga memandang Indonesia sebagai negara yang aman dan tertib, dengan masyarakat yang ramah serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Kami merasa sangat aman saat berada di jalan. Ketika seseorang membutuhkan pertolongan, masyarakat dengan sigap datang membantu,” kata Esneth. (HS-08)

