HALO SEMARANG – Dampak gejolak erupsi Anak Krakatau, mempengaruhi kenaikan jumlah penumpang menggunakan transportasi darat kereta api di wilayah KAI Daop 4 Semarang pada periode akhir pekan Jumat -Minggu (4-6 Septrmber 2026). KAI Daop 4 Semarang mencatat, total pelanggan mencapai 129.512, terdiri dari 65.856 pelanggan naik atau berangkat dan 63.656 pelanggan turun atau datang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, moda kereta api hadir menopang sistem transportasi darat di tengah penyesuaian operasional sejumlah moda transportasi akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Capaian kinerja positif dalam menjaga kelancaran mobilitas antarkota pada periode akhir pekan Jumat hingga Minggu, 4–6 September 2026. Berdasarkan data, total volume pelanggan di seluruh wilayah Daop 4 Semarang mencapai 129.512 pelanggan, terdiri dari 65.856 pelanggan naik (berangkat) dan 63.656 pelanggan turun (datang). “Capaian tersebut tumbuh 5 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya pada 28–30 Agustus 2026 yang melayani 123.363 pelanggan (63.525 pelanggan naik atau berangkat dan 59.838 pelanggan turun atau datang,”ujarnya, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, tingginya mobilitas ini didominasi oleh pergerakan penumpang pada relasi lintas utara Jawa menuju barat (arah Jakarta dan Bandung) serta timur (arah Surabaya).
Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi lonjakan kebutuhan perjalanan masyarakat menuju Jakarta, KAI Daop 4 Semarang telah mengoperasikan KA Tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir mulai Minggu (6/9) dan hari ini senin (7/9) dengan kapasitas 570 tempat duduk.
“KAI Daop 4 Semarang terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan mobilitas masyarakat. Penambahan kapasitas rangkaian, baik pada KA yang melintas di koridor utara maupun yang berangkat langsung dari Semarang Tawang, merupakan komitmen nyata kami untuk memastikan ketersediaan kursi serta kelancaran perjalanan masyarakat,” terang Luqman.
Terkait aspek keselamatan operasional, Luqman memastikan seluruh koridor jalur rel di wilayah Daop 4 Semarang berada dalam status aman terkendali. Petugas pemeriksa jalur (PPJ), unit sinyal telekomunikasi, serta tim teknisi sarana disiagakan untuk memastikan seluruh sistem filter pendingin udara kereta maupun persinyalan berfungsi prima dan bebas dari gangguan debu vulkanik.
Untuk memperkuat antisipasi tersebut, pada hari ini, Senin (7/9/2026), KAI kembali menambah susunan rangkaian pada sejumlah kereta api yang melintas maupun beroperasi di wilayah Semarang, yaitu
-KA Anggrek (Gambir – Surabaya Pasarturi PP) yang beroperasi dengan formasi 9 Kereta Eksekutif, KA Gumarang (Pasarsenen – Surabaya Pasarturi PP) dengan Menggunakan formasi 4 Kereta Eksekutif dan 7 Kereta Ekonomi. Lalu, Gunung Jati (Gambir – Semarang Tawang PP) menggunakan rangkaian 5 Kereta Eksekutif dan 5 Kereta Ekonomi. Serta penambahan stamformasi diberlakukan juga pada KA pendukung lintas barat Daop 4, yakni KA Tegal Bahari (Pasarsenen – Tegal PP). (HS‐06)


