in

Wisma Abu Watugong Beroperasi, Layani Penyimpanan Abu Jenazah dan Ruang Doa Umat Buddha

Puja Pemberkahan dan Soft Opening Wisma Abu Watugong di Kompleks Vihara Watugong, Kota Semarang. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wisma Abu Watugong di Kompleks Vihara Watugong, Kota Semarang resmi beroperasi.

Fasilitas ini dihadirkan untuk mendukung pelayanan keagamaan umat Buddha, sebagai tempat penyimpanan abu jenazah sekaligus ruang doa dan penghormatan kepada leluhur.

Peresmian ditandai dengan Puja Pemberkahan Soft Opening yang dihadiri Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Karbono, bersama para bhikkhu, pengurus vihara, dan umat Buddha.

Karbono menyebut kehadiran Wisma Abu Watugong, sebagai sarana yang mendukung kebutuhan spiritual umat Buddha.

Menurutnya, keberadaan wisma abu tidak hanya menjadi tempat penyimpanan abu jenazah, tetapi juga ruang bagi keluarga untuk mengenang dan mendoakan leluhur.

“Harapan kami wisma abu ini menjadi tempat yang damai bagi mereka jiwa-jiwa yang telah berpulang, dan wisma abu bisa menjadi sebuah tempat yang nyaman, tempat yang representatif bagi para keluarga untuk memberikan doa-doanya dengan khusyuk dan bagi para keluarga untuk mengenang kenangan-kenangan indah bersama keluarga yang telah berpulang,” ujarnya, belum lama ini, seperti dirilis kemenag.go.id.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas tersebut, agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga yang menitipkan abu jenazah.

Dengan beroperasinya Wisma Abu Watugong, umat Buddha di Semarang kini memiliki fasilitas baru untuk penyimpanan abu jenazah dan penghormatan kepada leluhur yang diharapkan mendukung pelayanan keagamaan secara berkelanjutan.

Rangkaian peresmian diawali dengan puja pemberkahan yang dipimpin para bhikkhu, dilanjutkan doa bersama dan peninjauan area Wisma Abu Watugong.

Suasana khidmat mewarnai seluruh rangkaian kegiatan sebagai ungkapan syukur atas hadirnya fasilitas baru yang diharapkan semakin memperkuat pelayanan keagamaan bagi umat Buddha di Kota Semarang. (HS-08)

 

 

Berlandaskan Kurikulum Berbasis Cinta, Kemenag Terbitkan Buku Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

Silpa APBN Capai 255,5 Triliun, Ketua Banggar DPR : Belum Pernah Terjadi dan Berpotensi Bebani Negara