HALO KENDAL – Memperingati Hari Tani Nasional ke-63 yang jatuh pada tanggal 24 September 2026, Pemerintah Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, menggelar Sarasehan dan Tasyakuran di Aula Balai Desa setempat, Rabu malam (23/9/2026).
Tujuan digelarnya kegiatan yang mengusung tema “Merawat Tanah Menuai Berkah”, menjadi pengingat perjuangan keadilan agraria, hak atas tanah bagi petani, serta peran penting sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Sarasehan diisi sesi dialog untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani, dengan menghadirkan narasumber Anggota Komisi B DPRD Kendal, Khasanudin, dan perwakilan dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kendal, Alwi.
Kepala Desa Bangunsari, Suwandi mengatakan, kegiatan digelar berkat kerja sama dengan Yayasan Alfandi Insan Nashir, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara petani, pemerintah desa, dan instansi terkait untuk meningkatkan kualitas serta produksi pertanian.
“Kegiatan sarasehan Hari Tani Nasional ini baru pertama kali kami gelar. Diharapkan, kolaborasi antara petani, pemerintah desa, dan instansi terkait merupakan langkah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam sesi dialog, Ketua Kelompok Tani Desa Bangunsari, Prabto menyampaikan harapan, agar pemerintah daerah bisa membangun saluran irigasi dan jalan usaha tani (JUT).
“Kami meminta kepada Pemkab Kendal, untuk segera dibuatkan saluran irigasi, dan juga dibangunkan jalan untuk transportasi, supaya dapat memperlancar alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi, serta distribusi hasil panen. Semoga aspirasi kami ini bisa mendapatkan solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Bangunsari,” ungkapnya.
Prabto juga mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi jenis urea yang dibutuhkan petani. “Kami kesulitan mendapatkan pupuk urea di beberapa agen. Padahal pupuk tersebut sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan Dispertan Kendal, Alwi menyampaikan, pihaknya akan menelusuri persoalan pupuk melalui pengecekan data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan laporan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Menurutnya, RDKK sangat penting disusun oleh kelompok petani, guna mengetahui berapa besar kebutuhan pupuk.
“Keluhan sudah kami serap, dan Insya-Allah masalah ini akan segera kami rapatkan. Jangan sampai petani saatnya memupuk, tetapi ada kelangkaan pupuknya. Kami upayakan menyelesaikan secepat-cepatnya,” kata Alwi.
Sementara itu, Anggota DPRD Kendal, Khasanudin mengatakan persoalan utama para petani Desa Bangunsari adalah keterbatasan irigasi dan akses jalan menuju lahan pertanian.
Terkait irigasi, meski pengambilan air dari Sungai Bodri telah dilakukan, namun kebutuhan pengairan dinilai masih belum mencukupi.
“Ini betul-betul krusial dan harus segera ditindaklanjuti. Saya sebagai wakil rakyat siap mengawal aspirasi masyarakat dan petani karena memang sangat membutuhkan,” ujar Khasanudin.
Pimpinan Yayasan Alfandi Insan Nashir Bangunsari, Nurhadi berharap, apa yang menjadi aspirasi yang telah ditampung, baik Anggota DPRD maupun Dispertan Kendal dapat segera ditindaklanjuti.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap persoalan irigasi, akses jalan pertanian, dan ketersediaan pupuk bersubsidi mendapat solusi nyata demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani Desa Bangunsari,” ujarnya. (HS-06)

