in

Saat Berkunjung di Kota Semarang, Jutany Terkesan Suasana di Ikon Wisata Kotalama

Jutany Japit, saat berkunjung di Kota Semarang sangat terkesan dengan suasana dan lingkungan di Kawasan Kotalama.

SELAIN menyuguhkan kuliner khasnya yakni lumpia, Kota Semarang juga memberikan kesan yang mendalam bagi wisatawan. Seperti suasana yang disuguhkan di salah satu ikon wisata di Kawasan Kotalama ini membuat terkesan mereka. Misalnya, bagi perempuan cantik ini, yang saat ini juga menjabat sebagai Chief Operation Officer (COO) Generali Indonesia, Jutany Japit.

Menurut dia, punya kesan tersendiri saat berada di Kota Semarang, selain mengaku sangat menyukai kuliner khas Semarang, yakni lumpia gang lombok juga terkesan dengan tempat wisatanya, seperti Kotalama dan Lawangsewu. Terutama dengan suasana atau lingkungan yang ada di Kawasan Kotalama Semarang.

“Kalau di Semarang, paling suka jalan-jalan dan menikmati suasana di Kotalama Semarang, juga kafe-kafenya. Biasanya, kalau ke sini menikmati suasananya paling bagus ke Kotalama pada pagi atau sore menjelang malam hari. Karena, saat pagi buat foto-foto bagus dan sore menjelang malam hari, makin eksotis lagi. Apalagi sudah muncul lampu-lampunya sangat indah,” terang Jutany, baru-baru ini.

Dia juga menambahkan, sudah sempat menikmati sebagian besar kafe di Kotalama yang disambanginya.

“Karena, kalau ingin istirahat setelah jalan-jalan menikmati suasana dan lingkungan, pasti saya sempatkan untuk mampir ke kafe, sekedar bersantai dan nongkrong sambil minum kopi,” imbuh Jutany, perempuan yang punya hobi traveling ini.

“Kalau lumpia paling suka yang isian di dalamnya banyak rebungnya. Baik lumpia goreng atau basah sama saja dua-duanya enak,” lanjut Jutany.

Meski saat datang untuk menikmati kuliner favoritnya itu dirinya harus menunggu cukup lama karena mengantre tidak menjadi masalah.

“Pas beli lumpia harus antre cukup lama tak jadi masalah karena itu kesukaan saya,” paparnya.

Dia mengaku sebelumnya pernah ke Semarang beberapa waktu lalu bersama keluarga, tidak bisa lepas dari lumpia ini sehingga kembali mencari lumpia gang lombok.

“Kalau di Jakarta ada lumpia Semarang, tapi kalau ke Semarang belum cari lumpia ke sini belum puas, apalagi dengan makan langsung di tempatnya rasanya beda, dan dinikmati lebih fresh,” pungkas perempuan yang sehari-hari tinggal di Jakarta ini. (HS-06)

Tindak Belasan Juta Rokok Ilegal di Jateng, Bea Cukai Semarang Sebut Negara Merugi Miliaran

Mbak Ita: Jelang Nataru, Semua Sektor Masih Normal