HALO SEMARANG – Menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau kesiapan beberapa pihak menghadapi peningkatan mobilitas warga. Tinjauan dilaksanakan bersama jajaran Forkompimda pada Selasa (20/12/2022).
Seperti pada sektor angkutan transportasi dan stok bahan bakar minyak (BBM) yakni di Stasiun Tawang Semarang dan SPBU di Jalan Indraprasta Semarang. Kemudian memantau ketersediaan dan gejolak harga kebutuhan pokok di Swalayan ADA Siliwangi, Kota Semarang.
Dari pantauannya, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, terkait stok BBM untuk mendukung tranportasi warga, di beberapa SPBU menurutnya masih relatif aman.
“Alhamdulilah ketersediaan BBM masih tercukupi. Tadi Pertalite masuk terus tiap hari. Pertamina Dex, Pertamax, dan Pertamax Turbo semua sudah ada stoknya,” kata Mbak Ita, sapaan akrabnya, di sela-sela pantauan.
Mbak Ita menambahkan, berdasarkan komunikasinya dengan pihak Pertamina, jumlah pasokan BBM akan terus ditambah tiap hari saat masa Nataru. “Semua akan ditambah lagi, yang Gasoline sebesar 8,5 persen dan solar mulai dari 2 hingga 3 persen,” jelasnya.
Sementara terkait penumpang kereta, kata Ita, saat ini belum ada penumpukan dan penambahan penumpang. “Semua masih kondisi normal. Mungkin nanti tanggal 23 Desember 2022 (ramainya-red). PNS kan tidak ada cuti bersama. Jadi hanya libur pada Jumat, Sabtu, dan Minggu,” terang Ita.
Selain itu, Mbak Ita menyampaikan untuk pemantauan masa libur Nataru, dari unsur TNI, Polri juga akan mendirikan Pos Terpadu di objek vital seperti Stasiun Kereta, Bandara, Pelabuhan, Terminal.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak seluruh pemerintah daerah, serta rumpun ekonomi turun ke lapangan. Operasi pasar menurut Ganjar penting, untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok selama masa Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.
Hal itu disampaikan Ganjar saat memberi arahan secara virtual di Rapat Koordinasi Forkopimda Jawa Tengah jelang Nataru di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa (20/12/2022). Ganjar mengatakan, pasokan pangan harus dipantau.
“Beberapa inflasi terjadi dan kami minta untuk rumpun ekonomi baik di pemerintah provinsi mau pun kabupaten kota untuk kita turun,” tegasnya.
Berkaca dari pengalaman Tim Pengendali Inflasi Daerah, kata Ganjar, cara itu sangat membantu masyarakat. Sekaligus juga menampilkan kepada publik penanganan terkait harga kebutuhan pokok.
“Ini yang mesti pasokannya kita betul-betul jaga. Maka kalau kemudian dari kita semua turun bersama, akan sangat membantu,” ujarnya.
Ganjar meminta agar kecukupan stok dan ketersediaan bahan pokok dipastikan aman. Selain operasi pasar, lanjut Ganjar, pengawalan kelancaran distribusi bahan pangan.
“Dan memastikan kebijakan HET bisa betul-betul terlaksana. Lalu gerakan pangan murah dengan melibatkan pihak terkait, ini untuk kegiatan keagamaan bisa dilakukan mungkin dengan CSR atau kawan-kawan ASN,” katanya.(HS)