in

RSUD Margono Soekarjo Luncurkan SMART CROSS, Digitalisasi Monitoring Transfusi Darah untuk Keselamatan Pasien

RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Provinsi Jawa Tengah meresmikan inovasi digital SMART CROSS (Sistem Monitoring Analisis Reaksi Transfusi dan Crossmatch) untuk memperkuat keselamatan pasien dalam pelayanan transfusi darah pada Senin (26/10/2026).

HALO BANYUMAS – RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Provinsi Jawa Tengah mengembangkan inovasi digital SMART CROSS (Sistem Monitoring Analisis Reaksi Transfusi dan Crossmatch) untuk memperkuat keselamatan pasien dalam pelayanan transfusi darah.

Inovasi tersebut diresmikan pada Senin (26/10/2026). SMART CROSS dirancang untuk membuat proses pencatatan dan pemantauan transfusi darah lebih sistematis, akurat, efisien, serta terintegrasi.

Transfusi darah merupakan tindakan medis yang membutuhkan ketelitian tinggi. Setiap tahapan, mulai dari permintaan darah, pemeriksaan kecocokan darah (crossmatch), penggunaan komponen darah, hingga pemantauan kemungkinan reaksi transfusi, harus tercatat dan dapat ditelusuri dengan baik.

Sebelum SMART CROSS dikembangkan, pencatatan dan pemantauan pelayanan transfusi darah di RSUD Margono Soekarjo masih dilakukan secara manual. Cara tersebut menjadi tantangan dalam pengumpulan dan penelusuran data, termasuk untuk memantau penggunaan komponen darah serta menyusun laporan reaksi transfusi.

Kondisi itu mendorong perlunya sistem digital yang mampu menyajikan informasi secara lebih terstruktur. Dengan data yang terdokumentasi secara sistematis, evaluasi pelayanan dan identifikasi potensi masalah diharapkan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Melalui SMART CROSS, proses permintaan darah, pemeriksaan crossmatch, pemanfaatan komponen darah, hingga pelaporan reaksi transfusi dapat dipantau sebagai satu rangkaian pelayanan yang saling berkaitan.

Dari sisi keselamatan pasien, sistem ini diharapkan memperkuat ketertelusuran informasi transfusi dan mendukung pemantauan reaksi yang mungkin terjadi. Data yang tersusun secara sistematis juga dapat membantu tenaga kesehatan mengenali potensi permasalahan pelayanan lebih dini.

Sementara itu, dari sisi efisiensi, SMART CROSS diarahkan untuk mempermudah pemantauan, mengurangi pencatatan berulang, serta memperkuat koordinasi antarunit. Data yang terkumpul juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi penggunaan komponen darah dan mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi yang lebih akurat.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Nur Indarwati Septiriana, S.Kep., Ners., M.Kep. Saat ini, SMART CROSS telah memasuki tahap uji coba di empat unit pelayanan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.

Tahap uji coba menjadi bagian penting untuk menilai efektivitas sistem, kesesuaian dengan alur kerja pelayanan, serta kebutuhan penyempurnaan sebelum diterapkan secara lebih luas. Pengembangan berikutnya diarahkan pada perluasan implementasi dan penguatan integrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara bertahap.

Melalui inovasi ini, RSUD Margono Soekarjo berupaya memperkuat transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Pemanfaatan sistem berbasis data diharapkan tidak sekadar mempermudah dokumentasi, tetapi juga mendukung evaluasi mutu pelayanan dan meningkatkan perhatian terhadap keselamatan pasien.

Ke depan, SMART CROSS berpotensi dikembangkan lebih lanjut dan direplikasi oleh rumah sakit lain. Dengan sistem pemantauan transfusi darah yang lebih terstruktur dan terintegrasi, inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.(HS)

Takziah ke Rumah Syabilla, Wagub Jateng Taj Yasin Pastikan Evaluasi Keselamatan Porprov

Indonesia Kaya Hidupkan Legenda Timun Mas dan Nyi Roro Kidul Lewat Musikal Vertikal di TikTok