HALO SEMARANG – Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati menyampaikan rencana untuk memperbanyak event dan festival olahraga rekreasi di Semarang, sebagai sarana pelestarian budaya, penguatan kebersamaan sosial, sekaligus promosi potensi daerah.
Hal itu dia sampaikan usai ditetapkan sebagai Ketua KORMI Kota Semarang masa bakti 2025-2029, dalam Musyawarah Kota (Muskot) di Gedung Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Selasa (16/12/2025) malam.
Lebih lanjut Tunjung menyampaikan harapan agar KORMI dapat berkontribusi mewujudkan masyarakat sehat.
“Saya berharap KORMI Kota Semarang dapat menjadi wadah yang solid, inovatif, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, dan bahagia,” kata Tunjung.
Dia juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat sinergi KORMI dengan pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat Kota Semarang.
Dia juga menekankan pentingnya pembinaan dan pengembangan induk-induk organisasi olahraga rekreasi agar lebih aktif, kreatif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dan kelompok rentan.
“Di bawah kepemimpinan saya, KORMI ke depannya diharapkan dapat menjadikan Kota Semarang sebagai daerah yang sehat, kuat, dan penuh energi positif melalui olahraga masyarakat,” ungkap dia.
Pimpinan Sidang Muskot KORMI Kota Semarang, Bambang Totoriyanto mengungkapkan, Muskot dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing induk organisasi olahraga (Inorga) yang tergabung dalam KORMI Kota Semarang.
Forum sepakat memutuskan Dyah Tunjung sebagai ketua Kormi setelah meraih 24 suara sah dari 27 peserta yang hadir dalam proses pemilihan.
Proses pemilihan ketua dilakukan sesuai mekanisme dan tata terbit yang telah disepakati forum.
“Sah. Telah terpilih Ketua KORMI Kota Semarang tahun ini, Ibu Dyah Tunjung, dengan perolehan 24 suara dari total 27 peserta ini sudah memenuhi kuorum,” ungkap dia.
Dia mengakui, dalam pelaksanaan Muskot memang sempat terjadi dinamika dan perbedaan pendapat terkait mekanisme persidangan.
Namun, seluruh peserta akhirnya sepakat untuk melanjutkan pemilihan calon ketua.
“Kami memutuskan bersama berdasarkan kesepakatan forum bahwa ketentuan di luar tata tertib dan AD/ART dikesampingkan. Kalau mengacu AD/ART sudah sah dan hasilnya sudah final,” ungkap Bambang.
Dyah Tunjung sampai saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, yang peduli pada persoalan olahraga dan pariwisata.
Saat ini dia juga menjabat sebagai pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Tengah. (HS-08)