HALO KENDAL – Puluhan hektare tambak yang berada di wilayah Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal terendam banjir rob yang terjadi hingga Sabtu (24/5/2025).
Banjir rob yang terjadi di Kelurahan Karangsari, Kendal, mengakibatkan ikan-ikan yang dipelihara petani tambak hanyut terbawa banjir rob.
Para pemilik tambak pun tak bisa berbuat banyak, hanya meratapi diri karena mengalami kerugian yang cukup besar, hingga mencapai puluhan juta rupiah.
Menurut para petani tambak di Kendal, banjir rob yang terjadi pada beberapa hari terakhir lebih besar dari biasanya.
“Banjir rob kali ini melebihi di atas jaring pengaman setinggi satu setengah meter yang dipasang keliling tambak. Jadi ikan-ikannya banyak yang lepas,” ujar Imron petani tambak di Karangsari, Minggu (25/5/2025).
Imron mengaku, dirinya hanya mempunyai satu petak tambak, itupun juga tak luput dari banjir rob. Sehingga dirinya mengalami kerugian hingga Rp 2 juta.
“Ya ikan-ikan yang saya pelihara itu sudah pada berumur, kemudian pada hanyut kebawa banjir rob. Kalau kerugiannya sekitar dua juta rupiah,” ungkapnya.
Sementara petani tambak lainnya, Rizal mengatakan, dirinya memelihara ikan di tambak seluas satu hektare yang juga terdampak banjir rob, hingga mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp 10 juta.
“Ya, saya mengelola satu hektare tambak juga terdampak banjir rob. Ikan-ikan pada lepas kebawa rob. Kalau kerugiannya sekitar sepuluh juta rupiah,” ujarnya.
Meski mengaku pasrah, namun Rizal tetap akan menabur benih ikan kembali, sementara saat ini masih menunggu kondisi tidak banjir rob lagi. Ia pun mengaku, jika selama ini belum pernah mendapatkan bantuan benih ikan dari pemerintah.
“Saya selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan benih ikan dari pemerintah. Padahal dulu waktu kena rob, saya pernah mengajukan bantuan, tapi tidak pernah diberi,” ungkapnya.
Selain tambak, banjir rob juga menggenangi kawasan permukiman padat penduduk, sekolah dan jalan di Kelurahan Karangsari dan Bandengan.(HS)