HALO PURBALINGGA – PT Permodalan Nasional Madani atau PNM (Persero) Banjarnegara, mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Purbalingga, untuk meningkatkan perekonomian dengan menjadi nasabah perusahaan tersebut.
Tak hanya dapat memperoleh dukungan di bidang permodalan, dengan menjadi nasabah, pelaku UMKM juga berpeluang menerima pelatihan-pelatihan, untuk mengembangkan usaha.
Peluang pengembangan usaha itu, disampaikan Pemimpin Cabang PNM Banjarnegara, Yosua Mawantyo Nugroho, dalam sosialisasi kepada 1.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kamis (9/2/2023) di Gedung Olahraga Indoor Sasana Krida Perwira Purbalingga.
Dalam kesempatan itu, Yosua juga mengatakan pada 2022 lalu, pihaknya sudah menggelar pelatihan dan pendampingan usaha terhadap 9.200 nasabah.
Mereka tersebar di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Wonosobo.
“PNM akan terus melakukan pendampingan, apalagi saat ini kami sudah holding dengan BRI dan Pegadaian,” kata dia, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.
Yosua melanjutkan pada acara tersebut diadakan pula pembukaan rekening untuk 1.000 nasabah di Purbalingga.
Selain itu, ada pula sosialisasi tentang literasi keuangan yang mendorong para pelaku UMKM untuk rajin menabung dan dapat melakukan transaksi cashless atau tanpa uang tunai sesuai dengan perkembangan zaman.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi yang hadir dalam acara tersebut mengatakan para nasabah PT PNM (Persero) secara tidak langsung memiliki andil dalam pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Purbalingga, setelah pandemi Covid-19.
Di hadapan nasabah yang mayoritas perempuan, Bupati Tiwi juga mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dalam memulihkan perekonomian Purbalingga.
“Saya katakan ibu-ibu yang datang hari ini, tidak hanya pahlawan keluarga tapi juga pahlawan ekonomi Kabupaten Purbalingga,” kata dia.
Bupati juga menyampaikan PT PNM mempunyai peranan penting, khususnya dalam peningkatan perekonomian daerah dan penyokong pertumbuhan ekonomi nasional.
“PT PNM ini memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap pemberdayaan UMKM lokal khususnya yang ada di Purbalingga,” kata Bupati.
Bupati mengucapkan terima kasih kepada PT PNM atas perannya dalam hal pendampingan dan permodalan bagi nasabah yang ada di Purbalingga. Hal ini memberikan dampak baik bagi pelaku UMKM untuk bisa terus meningkatkan usahanya.
“Sekarang nasabah PT PNM yang ada di Purbalingga kurang lebih ada 73 ribu, kami sangat berterima kasih atas perhatian yang luar biasa dalam hal pendampingan usaha dan permodalannya,” ujarnya.
Bupati Tiwi menyebutkan Pemkab Purbalingga telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka mewujudkan UMKM naik kelas.
Di antaranya Peraturan Bupati (Perbup) terkait Bela Beli Purbalingga, Bantuan Permodalan yang bekerja sama dengan BUMD yakni Subsidi Bunga, Kredit Mawar dan Dana Stimulan untuk kelompok UMKM.
“Kita juga punya program pelatihan untuk pelaku UMKM, kemudian ada bantuan pemasaran dan kita juga ada e-commerce, juga bekerjasama dengan Alfamart dan Indomaret,” imbuh Bupati Tiwi.
Bupati berharap ke depan PNM dengan lembaga-lembaga yang lain terutama dengan Pemkab Purbalingga bisa terus bersinergi membangun sektor perekonomian khususnya sektor UMKM. Agar nantinya UMKM di Kabupaten Purbalingga bisa lebih naik kelas lagi.
Andesti, Pengusaha Parfum dari Bojanegara mengatakan dengan adanya bantuan dari PT PNM, dirinya merasa terbantu apalagi dengan adanya pelatihan dan pendampingan.
“Alhamdulillah terbantu sekali, kedepannya PT PNM bisa lebih maju lagi,” ungkap Andesti.
Acara PKU Akbar PNM berlangsung meriah. Ribuan orang, yang didominasi kaum perempuan, meramaikan Sasana Krida Perwira (HS-08)