in

PM Malaysia Perintahkan Mendagri dan SDM Selesaikan Masalah Pekerja Migran Indonesia

 

HALO SEMARANG – Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob,  menginstruksikan Kementerian Sumber Daya Manusia (KSM) dan Kementerian Dalam Negeri (KDN) Malaysia, untuk segera menyelesaikan masalah nota kesepahaman (MoU) perekrutan tenaga kerja Indonesia.

Ismail mengatakan masalah itu harus segera diselesaikan, untuk menghindari masalah antara Malaysia dan Indonesia.

“Saya tidak mau (masalah) ini berlarut-larut. Saya sudah bilang ke mereka agar cepat diselesaikan karena saya takut kalau kita tidak melakukannya, kita akan bermasalah dengan Indonesia,” katanya, seperti dirilis kantor berita Malaysia, Bernama.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia membekukan sementara pengiriman pekerja migran Indonesia, terutama dari sektor domestik, karena Malaysia terbukti tetap menggunakan Maid Online System.

Melalui sistem ini, siapapun warga negara Indonesia yang datang ke Malaysia, dapat menjadi pekerja sektor domestik, walaupun cara yang ditempuh adalah ilegal. Penggunaan sistem ini, cenderung merugikan pekerja migran Indonesia, karena mereka menjadi tidak terpantau dan tidak terlindungi.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Malaysia, telah menandatangani nota kesepahaman, bahwa pengiriman pekerja migran Indonesia, menggunakan One Channel System (OCS).

Dengan adanya penghentian tenaga kerja itu, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, juga menegaskan bahwa Indonesia terbuka, jika Malaysia berniat membatalkan nota kesepahaman.

Hal itu karena nota kesepahaman tersebut tidak dihormati dan dipatuhi oleh Malaysia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri Internasional Malaysia, Shaun Cheah, mendesak Kementerian Dalam Negeri (KDN) dan Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia, untuk bekerja lebih keras dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan, setelah Indonesia membekukan sementara pengiriman tenaga kerja ke Malaysia.

Kamar Dagang dan Industri Internasional Malaysia (Micci) menggambarkan keputusan tersebut memiliki “efek ganda” pada banyak sektor yang sudah menghadapi gangguan rantai pasokan.

Direktur eksekutif grup, Shaun Cheah, mengatakan: “Industri sedang pulih dan memenuhi permintaan. Tenaga kerja asing dari Indonesia sangat dibutuhkan terutama di sektor konstruksi dan perkebunan.

“Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sumber Daya Manusia harus bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya. (HS-08)

Kecelakaan Karambol Maut di Bawen, Diduga karena Rem Blong

Polisi Ungkap Kasus Peredaran Narkoba Lintas Provinsi dan Negara