in

Pj Bupati Jepara Targetkan 2023 Perumahan Berbasis Komunitas di Desa Kedungcino Siap Ditempati

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta meninjau pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas yang akan ditempati Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Desa Kedungcino. (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Penjabat (Pj) Bupati Jepara, Edy Supriyanta mengharapkan pembangunan perumahan berbasis komunitas di Desa Kedungcino segera selesai. Dengan demikian pada 2023 sudah bisa ditempati masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hl itu disampaikan Edy Supriyanta, saat meninjau pembangunan perumahan tersebut di Desa Kedungcino, Kecamatan Jepara, baru-baru ini.

Ikut mendampingi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Hartaya; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Arif Darmawan; dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Zamroni Lestiaza.

“Dalam waktu dekat, diharapkan di setiap daerah di Kabupaten Jepara didirikan Perumahan bersubsidi, untuk membantu masyarakat mendapatkan rumah murah dan terjangkau. Sehingga mereka terhindarkan berdiam di kawasan kumuh atau di bantaran sungai yang riskan terhadap banjir,” kata Edy, seperti dirilis jepara.go.id.

Edy menambahkan, masih terdapat beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, di antaranya pembenahan jalan, jaringan air, dan listrik.

“Kalau sudah selesai semua, masyarakat yang mendapatkan perumahan bersubsidi bisa langsung kita pindahkan ke sini. Target 2023 sudah siap untuk di tempati,” kata Edy.

Sementara itu, Kepala Disperkim Hartaya menjelaskan pihaknya sudah mengerjakan sebanyak 47 rumah di Perumahan bersubsidi Kedungcino ini.

Pihaknya juga telah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jateng, agar mendapat bantuan berupa material dan Rumah Unggul Sistem Panel Instan (ruspin), untuk mereka yang sudah mempunyai tanah atau lahan di tempat itu.

“Nilainya Rp 35 juta-an. Beli tanah sendiri, mengangsurnya 10 tahun, perbulannya Rp 500. Dalam 2023 awal kita harapkan mereka sudah masuk ke sini, karena air, jalan, dan listrik sudah selesai di akhir tahun,” ujarnya.

Teknologi Ruspin

Sementara itu menurut Kementerian Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) seperti dirilis pu.go.id, hingga 2025 diperkirakan angka kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 30 juta unit.

Namun demikian untuk memenuhi kebutuhan rumah sebanyak itu, jika menggunakan cara konvensional, akan memerlukan waktu lama, biaya atau harga tinggi, dan kualitas bangunannya pun rendah.

Karena itu kemudian muncul berbagai inovasi untuk mereduksi biaya produksi rumah yang tinggi, mempercepat konstruksi, sekaligus memenuhi persyaratan kualitas teknis. Terobosan itu, salah satunya adalah menggunakan teknologi Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin).

Berbeda dengan cara konvensional, Ruspin rumah dengan kerangka pracetak, menggunakan sistem panel dengan sambungan baut, sehingga dapat dipasang secara cepat, serta berbiaya relatif murah.

Ini merupakan solusi bagi permasalahan penyediaan rumah  yang murah dan memenuhi persyaratan kualitas teknis.

Dengan sistem modular pada teknologi ruspin, bahan pembentuk rumah dibuat dalam bagian-bagian kecil (modul), dengan ukuran efisien, agar dapat dirakit menjadi sejumlah besar produk yang berbeda-beda.

Desain bangunan rumah dengan sistem modular ini, juga dapat diubah atau dikembangkan, sesuai keinginan atau kebutuhan dari penghuninya.

Ruspin merupakan rumah knock down, yang dalam proses pembangunan strukturnya, dilakukan menggabungkan panel-panel beton pracetak menggunakan baut. Karena itu proses pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dalam waktu jauh lebih cepat.

Selain ditujukan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat, Ruspin dapat dipakai untuk penanganan perumahan pengungsi atau rumah darurat, dan dapat digunakan untuk pembangunan bangunan tidak permanen, seperti direksi kit.

Teknologi Ruspin memiliki keunggulan, sederhana, cepat, fleksibel, kuat, namun tetap memperhatikan estetika. (HS-08)

Home Industri Snack di Singorojo Kendal Terbakar, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Rabu (10/8/2022)