in

Pidato Perdana di DPRD, Bupati Sragen Singgung Manusia Purba

Bupati Sragen Periode 2025-2030, Sigit Pamungkas, saat menyampaikan pidato perdana setelah dilantik, di Ruang Paripurna, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen, Jumat (21/2/2025). (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Bupati Sragen Periode 2025-2030, Sigit Pamungkas, mengingatkan bahwa wilayah yang dia pimpin saat ini memiliki posisi sangat penting dalam sejarah umat manusia, khususnya Manusia Jawa atau Java Man.

Hal itu disampaikan Bupati Sragen Periode 2025-2030, Sigit Pamungkas, saat menyampaikan pidato perdana setelah dilantik, di Ruang Paripurna, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen, Jumat (21/2/2025).

Menurut Sigit, posisi penting ini dibuktikan dengan penemuan fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus dan lebih dari 50% fosil di dunia disimpan di Museum Manusia Purba Sangiran.

“Sragen sebagai rumah dari manusia jawa atau The Home Land of Java Man, berkembang menjadi bagian dari peradaban maju negeri ini tanpa kita harus membenturkannya dengan keyakinan,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Kendati begitu, pria berusia 48 tahun itu meminta agar masyarakat Sragen tidak terjebak dengan kebanggaan masa lalu.

“Semangat Java Man untuk berdiri tegap, menatap, dan melangkah ke masa depan sangat relevan dengan kondisi Sragen yang saat ini sedang berdiri dan berjalan cepat menuju future frontiers atau perbatasan masa depan,” terangnya.

Menurutnya, semangat dan kesiapan mental dalam mencari solusi bagi setiap permasalahan yang ada di masyarakat merupakan strategi pokok untuk memperkuat kesejahteraan yang merata serta mewujudkan Kabupaten Sragen yang berdaya saing kuat.

Dalam rangka mempersiapkan Kabupaten Sragen menghadapi perbatasan masa depan, Bupati Sigit memberikan 4 catatan penting.

Pertama, potensi pertanian di Kabupaten Sragen harus dikembangkan dan dikelola agar adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Sragen dengan memanfaatkan kemajuan teknologi diperlukan, agar hasil panen tidak sekedar mencukupi kebutuhan masyarakat Sragen namun juga untuk masyarakat luas.

Kedua, Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Sragen harus dipersiapkan sejak dini agar kompatibel dengan kebutuhan masa depan. Future skill untuk anak-anak Sragen yang berkaitan dengan teknologi informasi harus dipersiapkan dengan baik agar SDM Sragen tidak tertinggal.

Ketiga, memiliki future proof dengan melakukan pembangunan wilayah yang merata. Desa-desa miskin di Kabupaten Sragen perlu diubah menjadi desa yang modern, indah, dan produktif agar menjadi magnet talenta dan pusat pengembangan pertanian di masa depan.

“Kita upayakan desa-desa di kawasan yang kurang subur dan sering kekeringan menjadi pusat pertanian baru yang terpadu, termasuk mengembangkan peternakan yang terintegrasi.” tegasnya.

Keempat, menampilkan Kabupaten Sragen yang segar, indah, dan menarik hati. Untuk itu, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) akan dioptimalkan agar tidak ada jalan yang gelap tanpa penerangan.

“Kebersihan, kerapian, dan keindahan infrastruktur yang bebas vandalisme akan menjadi fokus perhatian kita. Sampah harus kita kelola secara modern dan berkelanjutan, serta sungai-sungai yang kita miliki harus bersih dan bebas polutan.” urainya.

Laki-laki kelahiran Desa Mojorejo, Kecamatan Karangmalang tersebut mengajak semua elemen untuk menjadi bagian dari transformasi Kabupaten Sragen. Salah satunya dengan mendekatkan birokrasi dan masyarakat melalui work with society atau bekerja bersama masyarakat seminggu sekali, yaitu menjadi bagian langsung dalam penyelesaian masalah-masalah riil yang dihadapi masyarakat.

“Untuk segera mengentaskan berbagai tantangan kemiskinan ekstrem, Pemda Sragen akan segera merancang program konkret untuk memberikan perhatian kepada warga yang kurang beruntung dan kelompok marginal termasuk difabel, dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan dan kesehatan.” paparnya.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Sekda beserta jajaran, Forkopimda, Kepala OPD, Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen, serta seluruh tamu undangan, Bupati Sigit mengatakan bahwa setiap tantangan dipenuhi dengan peluang kemajuan.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam memajukan Kabupaten Sragen.

“Pun dengan semua kekuatan masyarakat, organisasi keagamaan, tokoh pemuda, kaum perempuan, dan kelompok lainnya juga akan berperan aktif untuk mewujudkan Kabupaten Sragen sebagai contoh keberhasilan menghadapi masa depan.” imbaunya.

Dirinya meminta seluruh lapisan masyarakat menjadikan semangat Java Man sebagai perintis peradaban manusia untuk bergotong-royong menciptakan Sragen yang sejahtera dan berkeadilan.

“Kita akan membuat Sragen sebagai bagian dari cerita sukses untuk menghadapi masa depan.” serunya.

Ketua DPRD Sragen, Suparno, mengucapkan selamat atas dilantiknya Sigit Pamungkas, dan H. Suroto sebagai Bupati dan Wabup Periode 2025 – 2030 oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (20/2/2025) di Jakarta.

“Mari kita bersama-sama, bergandengan tangan dalam memakmurkan dan melayani warga Sragen.” pesannya.

Suparno turut mendo’akan agar Bupati Sigit dan Wabup Suroto amanah dalam mengemban tugas untuk mewujudkan Kabupaten Sragen yang maju. (HS-08)

Perjuangkan Pembangunan Pasar Ngawen dan Stadion,  Bupati Blora Langsung ke Kementerian PU Usai Dilantik Presiden

Peringati HPSN, DLH Sukoharjo Gelar Penimbangan Sampah OPD