HALO KENDAL – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kabupaten Kendal menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Lomba Dayung Perahu Naga “Kendal Dragon Boat Race Bupati Cup” 23 – 25 Juni 2026.
Kejuaraan dayung perahu naga, yang baru pertama kali digelar di Kendal, mengambil lokasi di Sungai Kalikuto, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Kejurnas, yang bersamaan dengan Pesta Laut Tawang Gempolsewu tersebut, mempertandingkan katagori lomba dayung perahu naga, dan lomba dayung perahu canoing.
Ketua Umum Podsi Kendal, Dian Alfat Muchammad mengatakan, tujuan digelarnya Kejurprov Dayung Perahu Naga, sebagai upaya melestarikan tradisi dan budaya masyarakat pesisir, melestarikan budaya maritim serta memperkenalkan olahraga tradisional perahu naga kepada masyarakat.
“Lomba ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan antar peserta lomba dayung,” ujar Anggota DPRD Kendal dari Fraksi PKB tersebut, Sabtu (2/5/2026).
Dian Alfat mengungkapkan, selain memanfaatkan potensi sungai Kalikuto untuk kegiatan lomba, yang secara otomatis menarik magnet UMKM untuk berjualan di sekitaran lokasi, sehingga ikut mengangkat pendapatan UMKM setempat.
“Harapannya penonton banyak yang datang, dan ketika banyak penonton maka banyak masyarakat yang berjualan, utamanya makanan dan minuman, inilah sisi positif yang harus dipikirkan agar ekonomi masyarakat juga terus jalan,” ungkapnya.
Dian Alfat menjelaskan, untuk katagori lomba dayung perahu naga, dengan 8 pedayung, menempuh jarak 300 meter. Peserta bisa dari club/Podsi se-Jawa Tengah.
“Kemudian untuk lomba dayung perahu canoing, nomor kayak single putra dan putri 200 meter, usia atlet maksimal 25 tahun, serta nomor canoe single putra 200 meter, usia atlet maksimal 25 tahun,” bebernya.
Dian Alfat menyebut, untuk biaya registrasi peserta lomba, perahu naga Rp 250.000 per club. Sedangkan lomba perahu canoing gratis per atlet.
“Batas pendaftaran 15 Juni 2026, pukul 22.00 WIB. Total hadiah yang disediakan sebesar Rp 25 juta,” tandasnya.
Ke depan, lanjut Dian Alfat, lomba balap perahu naga akan dijadikan kelender wisata tahunan yang nantinya bisa berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat.(HS)


