in

Hari Pendidikan Nasional 2026, Delapan Tahun Langkah TK Pertiwi Al Hidayah Blorok Kendal

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di TK Pertiwi Al-Hidayah, Desa Blorok, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Sebuah bangunan sederhana di sudut Desa Blorok, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, tawa anak-anak TK Pertiwi Al-Hidayah pecah. Tanggal 2 Mei 2026, TK tersebut genap melangkah kedelapan tahun sejak didirikan pada 2018.

​Lahirnya institusi ini bukan sekadar urusan administratif. Sejarah mencatat, TK ini berdiri atas inisiasi Sukri (Kepala SDN 1 Blorok saat itu) dan Prapti, yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah.

Langkah itu diambil sebagai respons atas Peraturan Bupati yang mensyaratkan usia masuk SD minimal enam tahun.

​”Kami mulai dengan musyawarah malam hari bersama Pak Lurah Subari saat itu, karena para pengurus hanya bisa berkumpul selepas kerja,” kenang Ibu Prapti dalam sebuah perbincangan.

Ia menyebut, dengan modal awal iuran sebesar Rp 125.000 dari 20 orang tua siswa pertama, mereka membeli alat permainan seadanya demi memastikan anak-anak Blorok mendapatkan hak pendidikan dini.

​Perjalanan tak selalu mulus. Baru dua tahun berjalan, pandemi COVID-19 menghantam pada Maret 2020. Jumlah siswa yang sempat stabil di angka 20, merosot drastis hingga menyisakan 9 anak saja. Namun, Prapti bersama tiga rekan sejawatnya, yaitu Muna, Rohayati, dan Mahmudah menolak menyerah.

​”Kini, di tahun 2026, jumlah siswa telah kembali bangkit mencapai 35 anak. Meski legalitas dari Kemenkumham dan izin operasional Dinas Pendidikan sudah di tangan, tantangan baru tetap membayangi kesejahteraan guru,” tandasnya.

​Di balik senyum tulus saat mengajar, para guru di TK binaan Yayasan Tim Penggerak (TP) PKK Desa Blorok ini bertahan dengan honorarium yang jauh dari kata cukup.

Dari empat tenaga pengajar, hanya satu yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan itu pun mendekati masa pensiun. Sisanya adalah Guru Tidak Tetap (GTT) murni yang mengandalkan bantuan operasional sekolah dan insentif APBD yang seringkali tidak menentu.

​”Harapan kami, guru-guru di tingkat TK, terutama yang di desa, mendapatkan perhatian lebih. Apalagi kuota P3K untuk guru TK di Kendal hingga saat ini belum tersedia,” ungkap salah satu pengajar dalam diskusi tersebut.

​Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi momentum refleksi bagi TK Pertiwi Al-Hidayah. Di tengah keterbatasan kuota pengangkatan guru dan anggaran desa yang terbagi-bagi, dedikasi Prapti dan kawan-kawan tetap teguh.

Mereka bukan hanya mengajar membaca dan menulis, tapi sedang merajut masa depan Kabupaten Kendal dari sebuah ruang kelas kecil di Blorok.

​Bagi mereka, setiap anak yang masuk ke jenjang SD dengan bekal karakter dan mental yang kuat adalah “juara” yang sebenarnya, seperti prestasi juara satu lomba membatik tingkat Kecamatan Brangsong yang pernah diraih anak didik mereka.(HS)

Warga Keluhkan Truk yang Terjang Larangan Melintas di Jalan KH Asyari Kaliwungu

Karnaval, Petir, dan Ambisi yang Kehujanan: Selamat Ulang Tahun Kota Semarang