in

Peran Perpustakaan Kota Semarang Didorong Bertranformasi Berbasis Inklusi Masyarakat

Endang Sarwiningsih, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Semarang.

HALO SEMARANG – Perpustakaan daerah Kota Semarang yang kini telah pindah ke daerah Tembalang yang disatukan dengan Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah yang baru mulai dilirik masyarakat maupun pelajar untuk dikunjungi. Karena memang sebelumnya, masyarakat lebih familiar di lokasi perpustakaan yang lama saat masih berada di Kantor Gedung Pandanaran.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Semarang, Endang Sarwiningsih mengatakan, sejak pindah tahun 2021, sekarang suasana ruangan perpustakaan di tempat yang baru jumlah pengunjungnya mulai menggeliat. Meski ada penurunan jumlah pengunjung saat baru pindah dari yang sebelumnya di gedung Pandanaran.

“Sejak pindah per tahun 2021 lalu, sekarang perpus mulai banyak dimanfaatkan masyarakat. Memang ada penurunan jumlah pengunjung karena imbas pandemi Covid-19, dan juga karena masyarakat lebih familiar di Gedung Pandanaran,” katanya, Sabtu (6/8/2022).

Dikatakan Endang, sebelum pandemi Covid-19, kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah Kota Semarang cukup tinggi. “Dalam sehari minimal ada 100 orang lebih. Penurunan jumlah pengunjung selain dampak dari situasi pandemi juga masyarakat belum banyak yang mengetahui di tempat yang baru. Apalagi kan memang tempatnya agak “nyelip”, jadi tidak nampak dari luar atau tepi jalan raya,” imbuhnya.

Namun, seiiring berjalannya waktu dengan adanya sosialisasi kepada masyarakat, lanjut Endang, suasana atau tingkat kunjungan ke Perpus saat ini telah kembali normal. Tidak hanya mahasiswa yang datang ke perpus, untuk mengerjakan tugas, anak-anak sekolah pun mulai berkunjung yang diakomodir melalui sekolahnya masing-masing.

“Karena selain bisa membaca buku yang diinginkan juga mereka sekaligus untuk berwisata di Perpusda. Sekarang ada fasilitas ruang audio visualnya, untuk anak-anak menonton film sejarah atau dokumenter maupun menggelar kegiatan-kegiatan. Seperti baru-baru ini yakni pemilihan duta baca yang tiap tahunnya akan digelar secara rutin,” paparnya.

Selanjutnya, Endang menambahkan, pihaknya dalam melakukan penambahan koleksi buku di Perpustakaan dengan melibatkan masyarakat. “Bahkan kami membeli buku seperti jurnal, yang tahun 2021 belum ada jurnalnya. Jurnal sekarang sudah kami siapkan. Lalu untuk memudahkan masyarakat membaca buku, namun terkendala dengan tempat yang jauh, sekarang kami memiliki aplikasi Si Booky, sehingga masyarakat yang tidak bisa hadir secara fisik ke perpus tetap dapat membaca buku elektronik lewat gaway,” tambahnya.

Di dalam Si Booky, setidaknya ada sekitar belasan ribu koleksi buku digital yang bisa dibaca. Pihaknya juga mulai bekerja sama dengan OPD lainnya di Pemkot Semarang, untuk menggelar kegiatan bersama. “Seperti bersama Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan dengan membuat konten tutorial misalnya bagaimana cara mengolah makanan dari bahan ikan. Jadi saat kegiatan sosialisasi dan pelatihan mengolah ikan, kami juga syuting dan buatkan kontennya untuk dimasukkan ke Si Booky. Harapannya, ibu-ibu nantinya selain mendapatkan ide dari membaca buku resep memasak di perpus, juga bisa lengkap dengan menonton konten tutorialnya di Si Booky,” terangnya.

Dengan adanya konten-konten lewat video, diharapkan mereka lebih mudah untuk mengaplikasikannya dan bisa sampai menghasilkan produk barang dan jasa untuk dijual.

“Harapannya, mereka bisa sampai menghasilkan barang dan jasa yang nantinya bisa menjadi salah satu usaha untuk digeluti, kemudian laku terjual. Dan tujuannya pada kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat. Ini yang dinamakan transformasi perpustakaan masa kini yang perlu didorong terus, yang mana berbasis inklusi masyarakat,” paparnya.

Peran Perpustakaan, kata Endang, tidak hanya pada meningkatkan pengetahuan semata, tapi bahkan sampai pada penerapan dan implementasinya. “Kalau membaca resep masakan atau cara ternak ikan misalnya, tujuannya bisa sampai menghasilkan barang dan jasa, serta mencoba mempraktikkan usaha tersebut di rumah. Dan akhirnya bisa menghasilkan pendapatan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga, sehingga perekonomian di masyarakat makin tumbuh,” pungkasnya.(HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (7/8/2022)

Sukses Gelar ASEAN Para Games, Ganjar: Banyak Negara akan Belajar Keberanian Indonesia