HALO SEMARANG – Peran media menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 memiliki fungsi yang signifikan dalam ikut memberikan edukasi politik sekaligus sebagai sarana keterbukaan demokrasi. Sehingga hasil dari kontestasi Pilgub, Pilwalkot, Pilbup nantinya dapat menghasilkan demokrasi yang berkualitas.
Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud mengatakan, peran media akan berpengaruh untuk bisa menyukseskan gelaran Pilkada atau pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun sekali.
“Dengan keterbukaan demokrasi ini masyarakat bisa menyambut dengan antusias dan kegembiraan untuk memilih di Pilkada pada 27 November 2024 mendatang adalah tanggung jawab bersama kita. Bagaimana hati nurani kita, bagaimana etika jurnalistik di dalam menyampaikan kebenaran setiap dinamika yang berkembang di dalam Pilkada,” paparnya, saat menjadi narasumber di acara bertajuk Penguatan Keterbukaan Media/Pers Mendukung Keterbukaan Demokrasi. “Penguatan Peran Media Menyukseskan Pilkada Jateng 2024” oleh Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah bertempat di Hotel Front One HK jalan Kesambi Raya, Semarang, Rabu (30/10/2024).
Peran media, tegas Amir Machmud, tidak ada larangan untuk mengonstruksi realitas sosial.
“Karena apapun kebebasan ekspresi setiap orang dijamin oleh Undang-Undang/Konstitusi. Yakni hak untuk menyampaikan pendapat dengan bebas, termasuk mempublish pernyataan atau statemen pihak yang berwenang melalui berbagai media atau platform,” imbuhnya.
Pihaknya juga berharap, sinergitas antara media dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam hal ini melalui Kesbangpol Provinsi bisa berjalan dengan baik.
“Karena salah satu indikator Pilkada dikatakan sukses, yaitu bisa membuat kualitas demokrasi berintegritas dan suasana kondusif,” katanya.
Dia juga memaparkan, salah satu tren pemberitaan dan menjadi isu Pilkada yang berkembang adalah persaingan para kandidat yang nota benenya dari institusi kepolisian dan TNI, atau “Perang Bintang”, khususnya di Pilgub Jateng. Dan bahkan, ada juga ditemukan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan dengan melibatkan di institusi tertentu.
Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana menyampaikan, ada empat indikator dikatakan sukses atau tidaknya Pilkada, baik Pilgub, Pilwalkot, Pilbup. Yaitu pertama partisipasi masyarakat dalam pemilihan yang tinggi. Yang mana tingkat partisipasi masyarakat Jawa Tengah dinilai baik, menurut Nana, saat Pilpres, Pileg yang lalu di Jateng diangka 82,6 persen. Lalu dikatakan sukses Pilkada bahwa setiap tahapan Pilkada yang ada dapat berjalan dengan baik.
“Sejauh ini saya lihat tidak ada masalah yang menonjol, lalu iklim situasi dan kondisi di dalam masyarakat juga kondusif dan aman. Terakhir roda pemerintahan, pelayanan terhadap masyarakat jangan sampai terganggu,” ujarnya.
Memang tidak dipungkiri ada dinamika yang terjadi dalam kontestasi Pilkada, namun hal ini masih bisa tertangani oleh Bawaslu.
“Peran media sangat besar teritama untuk sebarkan informasi terkait tahapan Pilkada, jadwal dan teknis secara berimbang kepada masyarakat. Kemudian ssbagai fungsi kontrol sosial dan menyampaikan programnya agar masyarakat tahu kualitas masing -masing Paslon tersebut,” katanya.
“Sebab, kita ketahui dari sebanyak 2,8 juta di Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pilgub 2024, sebesar 53 persennya adalah anak muda yang tidak asing dengan media online ataupum penggunaan teknologi informasi lainnya,” imbuhnya.
Kepala Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Haerudin mengatakan, acara ini sebagai sarana untuk pendidikan politik di Pilkada 2024. Dan juga sekaligus meningkatkan sinergitas dengan media untuk memgembangkan jurnalistik positif, dan koordinasi antara semua unsur dalam pemilu, sehingga tercipta pilkada yang berintegritas dan mencegah penyebaran hoxs dan ujaran kebencian.
Narasumber lainnya yang juga dihadirkan dalam acara ini, yakni Sekretaris PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana membawakan materi mengenai Peran Insan Pers Wujudkan Pemberitaan Berimbang dan Kondusif. Disusul dengan pemateri berikutnya, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan, Zaenal Abidin Petir yang memaparkan mengenai Membangun Narasi Damai, Bebas Hoaks, dan Ujaran Kebencian pada Pilkada 2024. Adapun sesi diskusi tersebut dimoderatori oleh Komari, dari wartawan online. (HS-06)