HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Perum Bolog Kantor Cabang Semarang menggelar sosialisasi penyerapan jagung pipil kering di wilayah Kabupaten Kendal, di Aula Kantor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kendal, Kamis (4/9/2025).
Kepala Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah mengatakan, saat ini penyerapan jagung di lapangan cukup rendah, karena Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditentukan meningkat, sehingga harga swasta pastinya juga lebih meningkat.
Hal tersebut, lanjutnya, juga menjadi tujuan dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Perum Bulog akan terus melakukan penyerapan jagung pipil kering dari para petani, agar hasil penyerapan jagung tersebut nantinya akan kembali juga kepada masyarakat,” ujar Rendy.
Dijelaskan, jika jagung dijual ke Bulog, nantinya akan kembali lagi ke masyarakat, termasuk dampak manfaatnya akan dirasakan oleh para peternak ayam, karena akan mendapatkan. harga pakan lebih murah.
“Tapi kalau jagung dijual kepihak swasta, tentunya tidak akan kembali kemasyarakat, karena akan dijual secara komersial, sehingga petani akan membeli harga pakan ternak dengan harga tinggi,” jelas Rendy.
Dirinya berharap, para petani bisa mengeringkan jagung pipilnya skitar 2 3 hari, agar kadar airnya mencapai 15 persen sesuai yang diharapkan Perum Bulog, sehingga petani akan mendapatkan harga yang layak, yaitu di harga Rp 6.400 per kilogram.
Adapun penyerapan jagung di Kendal, Rendy menargetkan akan menyerap sekitar 10.000 ton. Namun, hingga saat ini baru 420 ton atau 3,8 persen yang baru terserap.
“Harapannya dengan adanya kegkatan ini akan bisa merealisasikan serapan jagung di Kabupaten Kendal secara optimal,” harapnya.
Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, kegiatan sosialisasi untuk menekankan kepada para pendamping pertanian lapangan, lebih bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat khsusnya para petani terkait dengan program peyerapan jagung dari pihak Bulog Kantor Cabang Semarang yang meliputi Wilayah Kabupaten Kendal.
Menurut Bupati, sebelumnya juga sudah dilakukan sosialisasi kepada para petani terkait dengan serapan jagung yang akan dilakukan oleh Perum Bulog, sesuai dengan harga yang sudah ditentukan, yaitu Rp 6.400 per kilogram dengan kadar air 15-16 persen.
“Sebelum ada program dari pemerintah terkait dengan serapan jagung, pihak swasta membeli jagung pipil kering dengan harga Rp 4.000 per kilogram. Namun setelah ada program dari pemerintah melalui Perum Bulog menetapkan harga Rp 6.400 per kilogram, sehingga saat ini pihak swasta meningkatkan harganya hingga Rp 6.500 per kilogram,” ujarnya.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan, melalui sosialisasi yang dilakukan kepada para pendamping petani di lapangan ini, nantinya mereka bisa memberikan pemahaman kepada para petani agar bisa lebih menjual jagungnya kepada Perum Bulog.
“Harapannya para pendamping lapangan, termsuk para Bhabinkamtibmas nantinya bisa memberikan pemahaman kepada para petani terkait dengan program pemyerapan jagung pipil kering dari Perum Bulog, sehingga hasil panen jagungnya bisa lebih dijual ke Bulog sebagai cadangan pemerintah untuk menstabilkan harga, yang nantinya berkaitan dengan jagung,” harapnya.
Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini untuk lebih mensinergikan antara PPL dengan Bhabinkamtibmas dalam memberikan pemahaman kepada para petani, terkait dengan program penyerapan jagung dari pihak Bulog.
“Harapanya, agar tidak terjadi mis komunikasi tekait dengan program penyerapan jagung, sehingga diharapkan program tersebut berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para petani di Kabupaten Kendal,” ujarnya.(HS)