HALO SEMARANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Suharsono, meminta Pemerintah Kota Semarang segera melakukan evaluasi dan kajian terhadap pengelolaan parkir di Kota Semarang secara menyeluruh. Sehingga pendapatan daerah, khususnya dari sektor parkir bisa optimal.
“Kalau dihitung sederhana saja, potensi retribusi parkir di Semarang seharusnya besar bisa mencapai sekitar Rp 80 miliar. Perhitungan itu didasarkan pada estimasi jumlah kendaraan roda empat sebanyak 200.000 unit dan roda dua sekitar 600.000 unit. Misalnya setiap kendaraan hanya membayar parkir sebanyak 10 kali, potensi pendapatan sudah mencapai puluhan miliar rupiah,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
“Ini kan baru dihitung 10 kali parkir saja, sudah bisa sampai sekian. Artinya, tinggal bagaimana kita membuat sistem yang bisa menjaga ketertiban, kenyamanan, keamanan, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah,” sambungnya.
Suharsono pun menyoroti bahwa jika dibandingkan pendapatan dari retribusi parkir ini dengan kota besar lainnya, sangat kentara. Misalnya retribusi parkir dari satu titik pasar saja di suatu daerah bisa mencapai Rp 2 miliar. Sementara, di Kota Semarang sendiri, pendapatan parkir dari seluruh wilayah hanya sekitar Rp 3,5 miliar per tahun.
“Semarang perlu belajar dari kota lainnya seperti Yogyakarta, maupun Solo yang bisa menyumbang cukup besar. Dan yang terpenting komitmen bersama untuk meningkatkan pendapatan dari retribusi dari sektor parkir,” tegas Suharsono.
Menurutnya, metode pengelolaan parkir di Semarang sudah berjalan selama ini belum ada perubahan signifikan. Jika ingin meningkatkan pendapatan, sistem pengelolaan harus diubah, termasuk dengan penerapan parkir elektronik.
“Kalau metodenya masih seperti ini, pendapatannya tidak akan pernah berubah. Jadi memang harus dikaji dan dievaluasi total,” ungkapnya.
Suharsono menegaskan, perubahan sistem pengelolaan parkir harus tetap sesuai pada regulasi yang berlaku, baik melalui Perda maupun Peraturan Wali Kota.
“Semuanya tergantung kebijakan. Kalau ada payung hukum yang jelas, tentu bisa dilaksanakan,” pungkasnya.
Saat ini, sebenarnya Pemerintah kota Semarang melalui Dishub Kota Semarang terus berinovasi untuk menciptakan sistem parkir yang lebih efisien dan bisa dipantau secara real- time dengan mendorong masyarakat untuk bertransaksi dengan non tunai sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. Sedikitnya sudah ada ratusan titik parkir elektronik yang tersebar di berbagai ruas jalan raya.(HS)