
HALO SURAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berkomitmen penuh mempercepat vaksinasi untuk semua kalangan, sambil terus berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan, untuk ketersediaan vaksin.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, ketika mewakili Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, mengikuti video conference dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, dari Ruang Nata Praja, Rabu (21/4).
“Kami selalu mengecek pelaksanaan vaksinasi, untuk memastikan percepatan vaksinasi, agar ekonomi di Surakarta segera pulih,” kata Teguh, seperti dirilis Surakarta.go.id.
Sambil menunggu kiriman vaksin, Pemkot Surakarta terus memvaksinasi warga masyarakat, sesuai skala prioritas, khususnya pedagang pasar dan lansia.
Vaksinasi pada lansia juga terus dituntaskan, seluruh lansia di Surakarta divaksin. Menurut dia, lansia rentan tertular Covid-19. Selain pertahanan tubuh yang lemah, mereka juga menjadi sasaran berkunjung pada hari raya Idul Fitri.
“Kami juga berharap, ketersediaan vaksin bisa bisa dijamin. Jangan sampai menunggu lama,” pinta Wakil Wali Kota.
Selain lansia, vaksinasi Covid-19 di Kota Bengawan juga diprioritaskan untuk pekerja swasta di sektor pelayanan publik.
“Para pengemudi ojek online khususnya kendaraan roda empat, seniman yang performing arts, kami senantiasa tindak lanjuti,” sambungnya.
Menurutnya, semua stakeholder harus tersentuh vaksin dan tidak tercecer dalam pendataannya.
“Setelah divaksin, perlu sounding dengan pemasangan baliho, khususnya di tempat publik, misalnya di Pasar Gedhe, Pasar Legi, dan spot publik lainnya. Ini biar masyarakat merasa aman dan nyaman,” kata dia.
Pada masa Ramadan 1442 H, Pemkot Surakarta juga mengoptimalkan koordinasi dan komunikasi JogoTonggo, untuk bersiaga menghadapi pemudik ke Kota Bengawan.
Kepala Dinas Kesehatan, Siti Wahyuningsih menambahkan, para lansia, terutama di atas 60 tahun perlu mendapat prioritas vaksinasi. “Kami akan selesaikan dalam satu sampai dua minggu ke depan,” katanya.
Adapun untuk data capaian vaksin lansia, Kota Surakarta sudah 65,40 % dan akan selalu diperbarui dan tindak lanjut akselerasi vaksin lansia akan dikebut.
Perkembangan vaksinasi kalangan masyarakat lain, untuk seniman, budayawan, pelayanan bank dan pelayanan publik lain akan segera menyusul dengan gerakan percepatan.
Batasi Mobilitas
Sementara itu dalam penyajiannya, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan pada masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus membatasi mobilitas dan tidak abai dengan tetap menjalankan proses 5 M.
“Kita tidak boleh terlena dengan herd imunity,” kata dia.
Hal itu karena kelengahan sedikit saja, dapat menyebabkan gelombang baru serangan penyakit tersebut. Dante pun mencontohkan seperti yang terjadi di India.
Di negeri itu, hanya dalam sehari, lebih kurang 2.000 orang tertular Covid 19 varian baru B117. Hal itu karena masyarakat di negeri itu sudah jenuh, abai, dan menganggap Covid-19 tidak lagi berbahaya.
“Di Indonesia, setelah libur Paskah, positivity rate juga agak meningkat,” kata dia.
Peningkatan positivity rate, antara lain terjadi di Pulau Sumatera, Jakarta, dan Bandung. Padahal sebelumnya penularan di wilayah-wilayah itu sudah mulai berkurang.
Dante juga menyinggung tentang mudik Lebaran. Ketika larangan mudik Lebaran dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, masyarakat justru banyak yang mendahului pulang kampung.
Pemerintah daerah perlu hati-hati dan mengantisipasi, agar penyebaran kembali Covid-19 tidak terjadi.
“Local transmision perlu diwaspadai. Varian B117 lebih cepat menyebar. Kita tracing cepat, isolasi dan lock down lokal, jika ada yang terjangkit. Harapan kita jangan sampai terjadi,” kata dia.
Menurutnya, dari 10,9 juta sudah divaksin tahap pertama. Laju vaksinasi perlu ditingkatkan kembali.
Para pemuka agama juga perlu melakukan edukasi kepada masyarakat, tentang pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat, misalnya dalam rangkaian Shalat Tarawih. Narasi yang perlu dibangun adalah, jika satu orang tertular, maka orang lain juga akan terkena. (HS-08)