HALO BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora akan menggelar pertunjukan wayang kulit, Sabtu Pon di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Pergelaran wayang kulit yang menampilkan dalang-dalang lokal tersebut, semula dilaksanakan setiap malam Jumat Pon, namun kemudian diubah menjadi setiap Sabtu Pon.
Bupati Blora, Arief Rohman mempersilahkan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Blora, mengatur jadwal pergelaran wayang kulit, untuk melestarikan budaya tradisional tersebut.
Menurut Arief Rohman, acara kebudayaan yang sekaligus untuk regenerasi seniman di Kabupaten Blora ini harus terus didukung. Acara seperti ini juga perlu rutin digelar. Tetapi selama hampir dua tahun ini, pentas wayang kulit ini terpaksa tidak digelar, karena pandemi Covid-19.
“Hanya saja, kalau dahulu setiap malam Jumat Pon, mulai Agustus 2022 ini akan kita awali pada malam Sabtu Pon, dan berlanjut pada bulan-bulan selanjutnya setiap malam Sabtu Pon,” kata Bupati Blora, Arief Rohman, saat menghadiri pentas wayang kulit 1 Muharram 1444 H di Kelurahan Mlangsen, baru-baru ini.
Arief Rohman juga mengatakan, Blora memiliki potensi seniman dalang muda yang banyak. Termasuk para sinden-sinden muda, hingga pengrawit. Sehingga Pemkab harus hadir memberikan ruang untuk pementasan.
“Seperti halnya Ki Nuryanto dari Desa Purwosari, selain mendalang juga punya sanggar Cahyo Sumirat, yang mendidik puluhan dalang cilik. Termasuk putra bungsunya, adik Sawung yang tampil membuka pentas malam ini. Jika mereka kita beri ruang untuk tampil dan berekspresi, tentunya ke depan bakatnya akan berkembang baik,” ujar Bupati, seperti dirilis blorakab.go.id.
Bupati juga mengungkapkan kegembiraannya, karena setelah dua tahun pandemi, pentas wayang kulit bisa dilaksanakan kembali.
“Selain rutinan setiap malam Sabtu Pon, nanti saat Hari Jadi Blora bulan Desember mendatang juga akan kita gelar pentas wayang kulit, serta sejumlah kesenian tradisional lainnya seperti barongan, tayub, dll. Monggo kita terus nguri uri pertunjukan kesenian daerah,” kata Bupati.
Sementara itu, Ki Nuryanto, dalang yang memainkan lakon Pandawa Krida, merasa senang karena pentas wayang kulit akan kembali digelar secara rutin di Pendopo Kabupaten.
“Matur nuwun Pak Arief, Pak Bupati Blora atas dukungannya para teman teman seniman. Sampun kangen pentas di Pendopo. Alhamdulillah dapat jadwal setiap malam Sabtu Pon. Nanti akan segera kita bahas dengan teman-teman Pepadi Kabupaten Blora,” ungkapnya.
Adapun pentas wayang kulit 1 Muharram 1444 H di Kelurahan Mlangsen Blora juga merupakan agenda tahunan untuk memperingati Tahun Baru Islam sekaligus Tahun Baru Jawa. Sempat terhenti dua tahun, akhirnya semalam dapat digelar kembali.
Bupati yang hadir dengan menggunakan jaket hijau bergambar Gus Dur ini, juga sempat naik panggung beradu peran dengan dagelan Jolang. Serta menyanyi atau nembang lagi Pepeling (Pengingat). (HS-08).