in

Pembangunan Pabrik Motor Listrik di Kendal, Kemenperin: Langkah Cepat Ekosistem Menuju Zero Emision

HALO KENDAL – Kementerian Perindustrian melakukan satu langkah cepat supaya ekosistem kendaraan listrik bisa terbangun di berbagai daerah. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin RI, Taufiek Bawazir, dalam sambutannya, saat Ground Breaking pembangunan pabrik motor listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

“Sebagai pengetahuan juga, Pemerintah Indonesia melalui Kemenperin juga memberikan satu intensif per tanggal 1 Mei sudah mencapai 25 ribu unit kendaraan listrik terjual, yang artinya naik 118 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya animo masyarakat untuk membeli motor listrik ini sangat tinggi, dan tentunya kami mengapresiasi adanya tambahan baru kapasitas satu juta unit. Ini menambah kekuatan baru pada ekosistem sepeda motor listrik,” ujarnya dalam rilis.

Menurut Taufiek, melihat banyak indikator yang menunjukkan Indonesia menjadi harapan investasi, dan dilihat dari indikator progres indeks selama 32 bulan berturut-turut ekspansif di atas 50.

Hal itu, lanjutya, menunjukkan ketertarikan investasi di Indonesia dan pasar yang besar, sehingga Kemenperin mengeluarkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sehingga apabila pabriknya dibangun di Indonesia, maka produknya bisa ikut mekanisme pembelian dana-dana pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah, BUMN dan lain sebagainya.

“Kami dari Kementerian Perindustrian akan terus mendorong, agar investasi terus tumbuh di Kabupaten Kendal dan pencapaian investasi sangat besar, dan bisa menyerap tenaga lokal. Selain itu, harapannya produksi motor listrik yang dibangun di Kendal bisa diekspor ke mancanegara,” ungkap Taufiek.

Dirinya menyampaikan apresiasi atas dibangunnya pabrik kendaraan listrik di Kendal. Menurutnya, hubungan yang sudah terjalin baik dengan PT Sunra Asia Pasific Hi-Tech, ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi terkait investasi industri.

“Kami dari Kementrian Perindustrian sangat mengapresiasi atas pembangunan pabrik sepeda motor listrik PT Sunra Asia Pacific Hi-Tech untuk melengkapi ekosistem menuju zero emision. Jadi kita sudah canangkan tahun 2050 industri sudah net zero emision,” harap Taufiek.

Sementara, Pimpinan PT Sunra Asia Pacific Hi-Tech, Zhang Chongsun menjelaskan, perusahaan dibangun di atas lahan seluas 12,7 hektare dan akan dibangun dalam dua tahap, dengan total investasi sebesar sebesar US$ 120 juta.

Dijelaskan, untuk tahap pertama akan memakan waktu selama 18 bulan, dan nantinya akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja dengan memproduksi setiap tahunnya sebanyak satu juta unit dengan pemasaran di wilayah Asean.

“Tentunya proyek ini akan membantu mewujudkan strategi ramah lingkungan dan rendah karbon yang diusulkan oleh Pemerintah Indonesia, sehingga lebih ramah lingkungan, nyaman, dan lebih hemat biaya,” jelas Zhang Chongsun.

Sedangkan, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Sunra Asia-Pacific High-Tech yang sudah berinvestasi di KEK Kendal untuk industrinya.

Dirinya mengungkapkan, lahan KEK seluas 1.000 hektare akan habis digunakan investor. Namun di Kendal masih ada lahan untuk industri seluas 2.000 – 3.000 hektare. Sehingga bisa untuk perluasan lahan.

“Kami berharap, dengan perluasan lahan tambahan untuk para pelaku usaha, nantinya juga dapat diberikan fasilitasi kemudahan dari Pemerintah Pusat untuk menjadi kawasan ekonomi khusus. Sehingga bisa berkembang lebih cepat untuk menjadi pusat ekonomi baru yang ada di Kabupaten Kendal maupun di Jawa Tengah,” ungkap Bupati Kendal.(HS)

Specta Jateng Open Tennis Tournament 2024 Disambut Antusias

Empat Unsur Budaya Meriahkan Semarang Night Carnival, Mbak Ita: Ajang Promosi Wisata