HALO SEMARANG – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan seni dan budaya dengan menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Institut Musik Jalanan (IMJ) Kota Semarang.
Bantuan dana pengembangan tersebut disalurkan melalui program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan komunitas kreatif sekaligus peningkatan kapasitas pelaku seni lokal.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pertunjukan, memperkuat pembinaan anggota, serta mendukung keberlanjutan aktivitas kreatif yang dijalankan IMJ.
“Kami berharap bantuan ini dapat mengembangkan kualitas pertunjukan, proses pembinaan anggota, serta mendukung aktivitas kreatif yang berkelanjutan,” ujar Sulistyo.
Menurutnya, program TJSL tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan komunitas seni sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di lingkungan bandara.
Selama ini, Institut Musik Jalanan secara rutin menghadirkan pertunjukan musik di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Penampilan para musisi lokal itu menjadi salah satu upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi para pengguna jasa bandara.
“Kehadiran penampilan musisi di bandara tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan bagi para pengguna jasa, tetapi juga menjadi wujud sinergi yang terus kami bangun bersama komunitas seni,” katanya.
Sulistyo berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang sehingga bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni dan budaya lokal.
Sementara itu, Ketua Institut Musik Jalanan (IMJ) Jawa Tengah, Jamaludin, mengapresiasi dukungan yang diberikan PT Angkasa Pura Indonesia. Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk melengkapi peralatan audio recording guna menunjang pembinaan anggota sekaligus meningkatkan produktivitas komunitas dalam berkarya.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Peralatan yang akan kami miliki nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembinaan anggota sekaligus meningkatkan kualitas karya musik yang dihasilkan,” ujar Jamaludin.
Melalui kolaborasi ini, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang berharap dapat terus mendorong tumbuhnya ekosistem seni yang kreatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat maupun para penumpang yang datang dan berangkat melalui Kota Semarang.(HS)


