HALO BISNIS – Sebanyak 15 penyandang disabilitas di wilayah eks-Kotip Cilacap menunjukkan antusiasme luar biasa dalam mengikuti pelatihan keterampilan merajut yang digelar beberapa waktu lalu di Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Cilacap.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan disabilitas ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Cilacap, serta Bank Jateng.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Cilacap Achmad Fauzi mengungkapkan, pelatihan merupakan tindak lanjut dari inovasi yang dimulai pada 2023, yakni Pelayanan Literasi Disabilitas. Program ini awalnya diperuntukkan bagi penyandang tuna netra, namun kini diperluas untuk mencakup berbagai jenis disabilitas.
Pihaknya berharap, meskipun pelatihan hanya diikuti oleh 15 peserta, ke depannya diharapkan semakin banyak disabilitas di Kabupaten Cilacap yang bisa memperoleh keterampilan serupa.
“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menambah keterampilan para peserta, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan dari keahlian yang mereka pelajari,” harap Fauzi.
Dijelaskan, kegiatan yang dilaksanakan baru merupakan pengenalan awal, dan rencananya akan ada pelatihan lanjutan di berbagai kecamatan di Kabupaten Cilacap dengan menggandeng Bunda Literasi dan Dinas Sosial.
“Pelatihan ini akan terus berlanjut dan berfokus pada pengembangan keterampilan lainnya, seperti pelatihan bahasa isyarat yang sudah diterapkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas dan OPD setempat. Kami berharap pelatihan ini dapat memperkuat layanan publik bagi penyandang disabilitas,” jelas Fauzi.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Cilacap, Mohammad Ridowi mengungkapkan, Bank Jateng yang turut berperan aktif dalam mendukung acara ini, menunjukkan komitmennya dalam mendukung inklusi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
“Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari inisiatif ini, karena melalui pelatihan keterampilan seperti ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas dan memberikan mereka kesempatan yang lebih baik untuk mandiri,” ungkapnya.
Ridowi menegaskan, Bank Jateng berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya yang memiliki keterbatasan fisik.
“Kami percaya setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki potensi luar biasa yang bisa dikembangkan. Dengan memberikan akses ke keterampilan dan pelatihan yang tepat, kami berharap mereka bisa lebih mandiri dan berkontribusi pada perekonomian daerah,” tandasnya.
Ridowi menjelaskan, pelatihan yang digelar menargetkan penyandang tuna netra dan tuna rungu, dengan masing-masing kelompok terdiri dari delapan penyandang tuna netra dan tujuh penyandang tuna rungu.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, Bank Jateng, dan pihak terkait, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang untuk pemberdayaan disabilitas di Cilacap, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kehidupannya. (HS-06)