HALO SEMARANG – Tokopedia terus berupaya memberikan panggung bagi para pegiat usaha di Indonesia, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) lokal. Tujuannya agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional melalui teknologi, serta mendorong pemerataan ekonomi secara digital.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Regional) Tokopedia, Rizky Juanita Azuz menjelaskan, menurut data internal Tokopedia tercatat bahwa kategori makanan dan minuman, kesehatan, otomotif, pertukangan, serta handphone & tablet merupakan kategori dengan transaksi tertinggi di Kota Semarang pada kuartal I 2023.
Tokopedia juga mengungkapkan, bahwa Kecamatan Semarang Barat, Pedurungan, Semarang Tengah, Tembalang, dan Semarang Selatan sebagai kecamatan dengan jumlah penjual tertinggi. Sedangkan Kecamatan Tembalang, Pedurungan, Semarang Barat, Banyumanik, dan Semarang Tengah sebagai kecamatan dengan jumlah transaksi tertinggi. Tren tersebut turut didorong oleh berbagai kampanye inisiatif Hyperlocal serta upaya Tokopedia dalam mendukung UMKM lokal agar meraja di negeri sendiri.
“Dengan mengusung teknologi geo-tagging, Tokopedia mendekatkan penjual dengan pembeli setempat agar UMKM di seluruh penjuru Indonesia punya kesempatan yang sama untuk bertumbuh tanpa perlu pindah ke kota besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” terang Rizky, saat acara Media Workshop UMKM Semarang di Showroom Heritage Brass, di Pakintelan, Gunungpati, Rabu (17/5/2023).
Dikatakan Rizky, Heritage Brass merupakan salah satu UMKM asal Kota Semarang yang turut meningkatkan jumlah pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan bisnis. “Di mana dengan konsep geo-tagging ini, memudahkan dan membantu UMKM lokal bisa terekspos karena memberikan kesempatan para pelaku usaha yang ada di sekitar. Dan mempermudah masyarakat menemukan toko, sehingga tidak terlalu jauh, kemudian ongkos kirimnya tidak terlalu mahal. Tokopedia berharap melalui berbagai kampanye inisiatif hyperlocal yang dihadirkan dapat terus mendukung pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM, untuk memaksimalkan strategi penjualan agar dapat mempertahankan bahkan meningkatkan transaksi. Selain itu, di sisi lain dapat memperluas jangkauan pasar, seperti Heritage Brass di Kota Semarang dengan rute pengiriman terjauh ada transaksi ke Banda Aceh,” jelas Rizky.
Pemilik usaha Heritage Brass, Mita Nurul Fajar Indah mengatakan, Tokopedia berkontribusi signifikan terhadap penjualan Heritage Brass. “Berkat pemanfaatan platform online, saya bisa meneruskan usaha keluarga saya yang sudah berdiri puluhan tahun,” papar Mita, sapaan akrabnya.
Serta melanjutkan usaha keluarga yang telah berdiri sejak 20 tahun lalu dan bergerak di industri mebel dengan material kuningan, menuntut Mita untuk berinovasi.
“Sekitar 10 tahunan yang lalu, pasar mebel sedang terpuruk dan bisnis kami terkena imbasnya. Kemudian pada 2015 orang tua saya pun menawarkan saya untuk mencoba memasuki dunia bisnis dengan menjual aksesori rumah berbahan kuningan secara konvensional di pasar lokal. Saya pun mulai mencari jalan agar tidak mengandalkan penjualan offline saja, dan akhirnya saya putuskan untuk berjualan online di Tokopedia,” ujar Mita.
Mita mengaku tantangan terbesar untuk memulai bisnis secara online adalah kategori produk aksesori kuningan yang belum ada di marketplace.
“Meskipun pasarnya masih sangat kecil, namun saya tidak putus harapan. Tidak hanya fokus pada menjual material pembuatan produk saja, namun saya mulai memanfaatkan kategori Rumah Tangga di Tokopedia, karena sesuai dengan jenis produk Heritage Brass. Sedangkan pengiriman terjauh Heritage Brass selama kuartal I 2023 bahkan terjadi dari Kota Semarang ke Kota Banda Aceh,” papar Mita.
Demi mendukung laju bisnisnya, Heritage Brass yang telah memberdayakan perajin lokal kuningan daur ulang dari Juwana, Kabupaten Pati dengan rutin mengikuti berbagai kampanye di Tokopedia. “Omzet yang kami peroleh lewat Tokopedia bisa mencapai puluhan juta, meningkat hampir dua kali lipat dibanding sebelum bergabung di Tokopedia,” imbuh Mita.
“Selain itu, saya juga mengikuti sejumlah kampanye di Tokopedia, seperti Waktu Indonesia Belanja (WIB), Home Living SALEbrations, Flash Sale, Kejar Diskon, dan tidak lupa menggunakan fitur Banner Toko untuk memaksimalkan tampilan toko agar lebih menarik. Dengan mengikuti berbagai kampanye dan memaksimalkan fitur, saya banyak mendapatkan pembeli baru,” pungkas Mita.
Berdasarkan data internal Tokopedia, jumlah penjual yang mengikuti kampanye Home Living SALEbrations di Kota Semarang juga mengalami kenaikan sebesar lebih dari 2 kali lipat pada bulan April 2023 dibandingkan rata-rata tiga bulan sebelumnya.
Tokopedia di sisi lain mencatat program WIB di Semarang meningkat di kuartal 1 tahun 2023 dibandingkan kuartal 1 tahun 2022. Masih pada periode yang sama, peningkatan transaksi WIB terjadi di Kota/Kabupaten Provinsi Jawa Tengah, seperti Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Semarang.(HS)