in

Pedagang Pasar Batang Perkirakan Harga Daging Bakal Naik Mendekati Ramadan

Los ayam potong di Pasar Batang. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Dua pekan menjelang bulan suci Ramadan, harga daging sapi dan ayam potong di sejumlah pasar di Kabupaten Batang, belum menunjukkan kenaikan.

Namun demikian sejumlah pedagang memprediksikan, sepekan menjelang Ramadan, harga-harga tetap akan mengalami kenaikan.

Pedagang daging di Pasar Batang, Danonah mengatakan, hingga Jumat (10/3/2023), penjualan daging masih stabil di angka Rp120 ribu per kilogram. Minat konsumen untuk membeli pun tidak terlalu banyak.

“Biasanya harga daging naik seminggu menjelang Lebaran, menjadi Rp140 ribu per kilogram dan harga akan kembali normal sepekan pasca Idulfitri atau Lebaran Syawal,” kata dia, saat melayani pembeli.

Dia juga mengatakan sudah berencana menambah stok daging. Jika biasanya setiap hari dia menjual 30 kilogram, dalam beberapa hari ke depan akan menambah menjadi  40 kilogram.

Sementara Uripah, pedagang ayam potong menyampaikan, penjualan sempat mengalami penurunan, namun diperkirakan saat Ramadan akan kembali normal.

“Dari kemarin harganya masih stabil Rp 35 ribu per kilogram dan dimungkinkan tidak akan terjadi kenaikan,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Salah satu pembeli, Yanti mengatakan, tidak terlalu terpengaruh terhadap kenaikan harga, karena konsumsi daging masih terbilang normal. Saat Ramadan pun intensitas memasak tidak terlalu sering.

“Saya biasanya cuma beli sekilo, menunya pun tidak ada yang spesial. Paling yang sering diminta sama anak menu garang asem,” jelasnya.

Ia mengharapkan, harga daging sebisa mungkin supaya tetap, sehingga konsumen kalangan menengah ke bawah mampu membelinya.

Menurun

Sementara itu cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, membuat para nelayan tidak berani melaut. Hal itu mengakibatkan pasokan ikan laut di Pasar Batang juga mengalami penurunan.

Kristianingsih, pedagang ikan mengatakan, selama beberapa bulan penjualan terutama ikan laut menurun drastis. Pasokan ikan di tempat pelelangan pun terbatas pada jenis ikan tertentu.

“Harganya masih stabil, ikan tengiri Rp65 ribu dan ikan kacang Rp30 ribu, sedangkan cumi harganya turun Rp5 ribu dari semula Rp60 ribu per kilogram. Penurunan disebabkan pasokan yang langka akhirnya konsumen juga banyak yang kecewa,” kata dia.

Senada, Mutiah pedagang ikan mengaku jumlah pasokan menurun, ikan yang dijual pun hanya jenis tertentu, seperti ikan dari tambak, yakni bandeng.

“Pembeli juga sepi makanya harga ikan semua pada turun,” ungkapnya.

Kondisi ini dipengaruhi oleh ombak laut yang sedang pasang, sehingga tak banyak nelayan yang melaut. Diperkirakan awal Mei kondisi ombak mulai surut, sehingga pasokan ikan kembali normal. (HS-08)

Gunung Merapi Erupsi, Bahaya Mengancam

Sidang Landreform di Pemalang Hasilkan 580 Bidang Objek Redistribusi Tanah