HALO PAPUA – Sebanyak 120 orang personel Polri, dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Pengamanan dilakukan setelah aksi kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB), yang menewaskan 16 orang pendulang emas.
“(Sebanyak) 120 orang personel (siaga di Yahukimo),” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo, Jumat (18/4/2025), seperti dirilis humas.polri.go.id.
Yusuf mengatakan total 25 warga sipil pendulang emas dievakuasi pada 9-17 April 2025. Sebanyak 16 di antaranya meninggal dan sembilan lainnya selamat.
Ke-16 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Meski evakuasi rampung dilakukan, Yusuf memastikan pasukan Operasi Damai Cartenz tetap siaga di Yahukimo.
“Upaya penegakan hukum tidak berhenti sampai di sini, pasukan Damai Cartenz tetap siaga untuk menjaga kedamaian yang ada di kabupaten Yahukimo,” ujar dia.
Di sisi lain, ratusan personel itu juga melakukan pengejaran terhadap KKB pelaku pembunuhan. Pencarian pelaku fokus dilakukan di sekitar wilayah Yahukimo.
Untuk diketahui, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, mengakibatkan 11 orang meninggal dunia dan 2 orang disandera pelaku.
Penyerangan itu terjadi di lokasi 22 dan Muara Kum Yahukimo, Minggu (6/4/2025). Aparat TNI dan Polri masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
“Betul, KKB telah membantai para pendulang di daerah Yahukimo, tepatnya di pendulangan lokasi 22 dan lokasi Muara Kum,” kata Humas Satgas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo.
Yusuf mengatakan aparat mendata korban serangan KKB dan mendapati informasi adanya puluhan warga lainnya yang mengungsi akibat aksi teror KKB.
Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan menuturkan pihaknya juga menyelidiki aksi KKB atau dalam istilah TNI dia sebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Namun dia membantah adanya informasi soal prajurit TNI yang menjadi korban.
Menurut dia, penyebaran hoax bahwa korban adalah prajurit TNI, adalah sebagai bagian dari propaganda yang sengaja disebar oleh OPM dan simpatisannya. (HS-08)