in

Pasca-Terbakar Dua Tahun Lalu, Pedagang Minta Pasar Weleri Segera Dibangun

Spanduk aspirasi anak pedagang yang dibentangkan di depan eks-Pasar Weleri yang terbakar, Selasa (15/11/2022).

HALO KENDAL – Sejak Pasar Weleri terbakar 12 November 2020 silam, tercatat 4.000 orang lebih pekerja sektor informal dan formal yang biasa mengais rejeki di sana kini nyaris menjadi pengangguran, dan sekitar 1.800 pedagang mengalami banyak kerugian.

Hal tersebut yang membuat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Tengah, menyoroti kinerja Pemerintah Kabupaten Kendal paska-kebakaran yang melanda pasar tersebut.

Departemen Advokasi dan HAM DPW APPSI Jateng, sekaligus Ketua DPC APPSI Kendal, Khafid Sirotudin mengungkapkan, dirinya ingat betul saat terjadinya kebakaran. Bersama relawan MDMC Weleri, Tim Damkar dan LPB Kendal, pihaknya berusaha memadamkan api yang membakar Pasar Weleri.

“Saya masih ingat bagaimana adik-adik dan dua anak saya berusaha menyelamatkan dagangan pakaian milik ibu dan saudara. Bahkan selama dua hari dua malam saya bersama relawan MDMC Weleri, Tim Damkar dan LPB Kendal berusaha memadamkan api,” ungkapnya, Selasa (15/11/2022).

Khafid menegaskan, sudah setahun lebih bangunan pasar yang terbakar dipagari galvalum oleh Pemkab Kendal. Selain itu di pagar juga dipasangi sepanduk MMT berisi ancaman pidana bagi pedagang yang memanfaatkan tanah milik Pemkab Kendal tanpa izin.

“Ini merupakan sebuah laku rezim orde baru di Kendal, yang jauh dari nilai ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’, dan hanya menggunakan pendekatan kekuasaan semata,” tandasnya.

Khafid berharap, pasca dua tahun terjadinya tragedi kebakaran Pasar Weleri, diharapkan pemerintah segera membangun kembali pasar di tempat semula. “Semoga ini merupakan khaul yang terakhir, dengan dibangunnya kembali Pasar Weleri pada tahun anggaran 2023,” harapnya.

Sebelumnya, pada Senin malam (14/11/2022), sejumlah pemuda yang mengatasnamakan anak pedagang korban kebakaran Pasar Weleri, menggelar doa bersama sambil menyalakan lilin, juga menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan di spanduk.

Spanduk yang bertuliskan, “2 Tahun Menanti Pasar Gratis Harga Mati”. Kemudian “Pasar Kembali Pasar”, juga “Kawal Sampai Tuntas”, nampak terbentang di depan eks-Pasar Weleri.

Koordinator aksi, Indra Hermawan mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mengenang tragedi dua tahun silam, saat kebakaran melanda Pasar Weleri. Menurutnya, melalui aksi ini mereka menyampaikan beberapa aspirasi kepada Pemkab Kendal.

“Di antaranya, pembagunan Pasar Weleri di tempat semula, hak pedagang dalam bentuk pasar gratis, kebijakan kontrak untuk pedagang sesuai dengan konsep pasar tradisional, konsep/penataan pasar murni pasar tradisional bukan pasar modern,” bebernya.

Ia bersama anak-anak pedagang eks-Pasar Weleri, juga meminta kepada pemerintah, supaya memberi kepastian kepada pedagang, kapan pasar dibangun kembali. “Kami juga meminta supaya diberi kepastian, kapan Pasar Weleri dibangun kembali di tempat yang sama dan mengembalikan fungsi pasar sebagaimana mestinya,” ungkapnya.(HS)

Satu Lagi Perusahaan Diresmikan di Kendal, Bupati Apresiasi 80 Persen Pekerja Warga Kendal

Tak Hadiri Sidang Gugatan Mantan Komisaris PT Citra Guna Perkasa, BPKP Jawa Tengah Dinilai Tak Hormati Pengadilan