HALO SEMARANG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menggerebek 11 hektare ladang ganja di wilayah Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai puncak penindakan, terhadap peredaran ganja selama 2022, dengan tersangka pemilik lahan, kuli panggul, pembeli, kurir, dan pengendali,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Mukti Juharsa, di Jakarta, Minggu (25/12/22), tribratanews.polri.go.id.
Kombes Pol Mukti Juharsa, menjelaskan ladang ganja tersebut ditemukan atas pengembangan kasus narkoba, yang dilakukan bersama Polres Mandailing Natal.
Diresnarkoba Polda Metro Jaya, mengatakan sebanyak dua ladang ganja yang berhasil ditemukan keberadaannya.
Ladang pertama memiliki luas sekitar 3 hektare dan ladang kedua memiliki luas lebih kurang 8 hektare.
Adapun ganja yang ditanam di kedua ladang itu, sudah berusia 3-4 bulan. Tanaman ganja umumnya siap dipanen setelah berusia 7 bulan.
Menurut Perwira Menengah Polda Metro Jaya, bahwa perhitungan petugas di lapangan, satu meter persegi lahan ganja bisa diisi lima batang pohon, sehingga ladang tersebut diperkirakan bisa menghasilkan 55 ton ganja basah, dalam dalam satu kali panen.
“Dikalkulasikan 11 hektare dikali 5 ton, sehingga sekali panen menghasilkan 55 ton ganja basah,” jelasnya. (HS-08)