in

Musrenbang 2022, Ganjar : Fokus Pemulihan Ekonomi

Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2022 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2023, di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang, (Foto : Istimewa)

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menekankan pentingnya pembukaan kembali kanal aduan masyarakat, baik secara virtual maupun langsung. Berbagai aduan tersebut juga perlu segera direspons agar berbagai masalah bisa segera diatasi.

“Pembukaan kanal aduan, untuk merespon berbagai keluhan masyarakat, agar berbagai masalah bisa segera teratasi,” kata Ganjar Pranowo, dalam Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2022, dan Konsultasi Publik Rancangan Awal (RKPD) 2023, baru-baru ini, di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang.

Hadir dalam rapat, Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman, perwakilan dari Forum Anak Jateng, dan perwakilan kelompok difabel.

Adapun Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana, Deputi Direktur Koordinator Kelompok Perumusan Kantor Perwakilan BI Jateng Gerry Harahap, dan pemangku pemerintahan terkait, mengikuti  melalui teknologi maya.

Selain soal aduan, Ganjar Pranowo juga menekankan pentingnya upaya pemulihan ekonomi, yang saat ini terdampak pandemi Covid-19. Karena itu menurut Ganjar, ajang Musrenbang tersebut, juga menjadi arena untuk “berbelanja” pendapat dan usulan dari masyarakat. Tidak hanya terkait pemerintahan, juga kebijakan yang memengaruhi hajat hidup orang banyak.

Dia mengungkapkan, Covid-19 berdampak pada kehidupan warga Jateng. Untuk itu, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, untuk berinvestasi.

“Bagaimana kita membuka ruang investasi, membelanjakan APBD kita. Mana yang konsumtif, mana yang produktif. Kita dengar usulan masyarakat. Tadi dari Dewan (DPRD) sampaikan layanan tidak boleh kurang. Saya tambahi, harus juga berintegritas dan antikorupsi,” tegasnya.

Ganjar mengatakan, salah satu prioritas pembangunan pada 2022, adalah menggairahkan kembali sektor yang terpukul pandemi.

“Prioritas pada sektor yang terpukul seperti pariwisata atau pertanian. Pertanian memang tumbuh terus, tetapi ada catatan nilai tukar petani, petani belum mendapatkan keuntungan lebih ketika panen. Itu jadi prioritas kita,” sebutnya.

Prioritas lain yang diperhatikan, adalah ketahanan pangan, peningkatan nilai penanaman modal, optimalisasi sumber daya hutan kayu dan nonkayu, peningkatan eco socio tourism.

Adapula peningkatan aksesibilitas dan keselamatan distribusi, barang dan jasa serta penumpang, maupun peningkatan ketahanan kebencanaan.

Prioritas berikutnya, percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran. Hal itu ditempuh melalui kebijakan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Di antaranya penyediaan basic need untuk penduduk miskin kota dan desa, penguatan keberlanjutan ekonomi masyarakat guna meningkatkan kemampuan dan pendapatan warga miskin.

Selanjutnya adalah penuntasan wajib belajar 12 tahun, pemenuhan standar pelayanan minimal di bidang pendidikan, penguatan pembangunan kesehatan melalui peningkatan sarpras, penguatan manajeman dan layanan kesehatan. Termasuk pemerataan tenaga kesehatan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Pada kegiatan tersebut, hadir pula perwakilan dari forum anak dan warga berkebutuhan khusus. Bagi Ganjar, usulan yang disampaikan adalah bentuk masukan, yang muaranya adalah peningkatan layanan di ruang publik.

Perwakilan difabel menyoroti tentang akses bagi penyandang disabilitas bagi dirinya. Tidak hanya di kantor pemerintahan juga pada fasilitas umum.

“Ini Mas Reza, yang memberikan catatan penting terhadap kita, tentang akses. Pemerintah ini bersimpati tapi kurang empati. Itu kita sadari. Akses ke gedung mestinya sudah dibuat,” tuturnya.

Ganjar juga menyerap aspirasi dari Forum Anak yang memberi masukan terkait protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka. Selain itu, nasib anak tanpa orang tua karena pandemi Covid-19 pun perlu perhatian.

Adapun, masukan dan usulan kegiatan dari masyarakat dan pemangku kepentingan dapat disalurkan melalui jatengprov.go.id/masukanrkpd2023. Sementara untuk pokok pikiran DPRD, usulan kegiatan perangkat daerah dapat diusulkan melalui erembugan.jatengprov.go.id, mulai tanggal 4 Februari 2022.

“Kita libatkan, terus mereka agar kita bisa menyusun (kebijakan) dengan baik. Ini (tahap) pertama nanti akan ada pertemuan berikutnya, harapannya masyarakat bisa memberi masukan termasuk di website kita,” kata Ganjar.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat  Sekda Jateng Yulianto Prabowo, memaparkan akan menampung usulan dari masyarakat. Terkait program unggulan seperti bantuan guru agama dan pembenahan rumah tak layak huni, ia memastikan tetap berjalan.

“Masih tetap berjalan, cuma tadi ada usulan DPRD Jateng itu unit cost-nya ditambah. Pak Gubernur sampaikan setuju. Namun demikian, harus dihitung. kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” paparnya.

Sementara, Sukirman mewakili Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto menilai, musrenbang selain sebagai sarana usulan, juga menyatukan visi dan misi membangun Jateng bisa pulih dari pandemi Covid-19.

Adanya target yang tidak tercapai pada tahun lalu akan menjadi bahan evaluasi juga fokus pembenahan kinerja selama satu tahun ke depan.

“Semua usulan, ide, dan gagasan pembangunan menjadi rangkaian musrenbang. Selain itu, musrenbang adalah tempat menyatukan visi dan misi pembangunan di semua sektor seperti bidang pertanian peternakan, perikanan dan peningkatan UMKM agar bisa kembali pulih,”

“Pada tahun sebelumnya, banyak target yang tidak tercapai karena refocusing anggaran menghadapi Covid-19 dan pada tahun ini bisa kembali mengejar target yang tidak tercapai pada tahun lalu,” jelas Sukirman.(HS)

Sambut Imlek, Pelanggan KA Dihibur Atraksi Barongsai di Stasiun Semarang Tawang

RSUP Kariadi Semarang Gelar Simulasi Pelatihan Penanganan saat Kebakaran