in

Mengintip Kegiatan Ramadan Sekolah Atlet Sepak Bola Diklat Azfa Indonesia Kendal

Sejumlah peserta didik Diklat Azfa Indonesia Kendal saat mengikuti pemaparan di kompleks Diklat Azfa Indonesia (DAI), Jl Raya Soekarno-Hatta No 174, Cepiring, Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Bulan Ramadan telah tiba. Kondisi ini tidak menjadi alasan bagi seorang muslim untuk mengurangi aktivitasnya. Begitu juga dengan pemain sepak bola. Beberapa pemain sepak bola baik profesional maupun pemula harus tetap menjalani latihan dan bertanding, meski dalam kondisi berpuasa.

Hal itu disampaikan Owner Diklat Azfa Indonesia (DAI) Kabupaten Kendal, Ahmad Syaifudin kepada halosemarang.id, Selasa (12/3/2024), saat menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan pihaknya selama bulan puasa 2024 yaitu Pesantren Ramadan.

Dipaparkan, kegiatan dimulai pada Rabu (13/3/2024) hingga Rabu (3/4/2024) dengan qiyamullail dan sahur bersama, Salat Subuh berjamaah, kajian subuh dan salat syuruq di aula DAI, Jl Raya Soekarno-Hatta No 174, Cepiring.

Kemudian para santri mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah dan mengikuti pelajaran di sekolah. Berikutnya para santri melaksanakan Salat Ashar berjamaah di aula DAI, dan dilanjutkan dengan latihan sepak bola bersama di lapangan sepak bola Karangayu di Kecamatan Cepiring, Kendal.

“Ya selama Ramadan tetap ada jadwal latihan sepak bola sore dari pukul 15.30 – 17.30 WIB, tentunya para santri juga mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan dan kegiatan pendidikan di sekolah,” papar Kang Asep, sapaan akrabnya.

Usai latihan sepak bola, lanjutnya, para santri kemudian mandi, serta mempersiapkan diri untuk berbuka puasa bersama dan Salat Maghrib berjamaah.

“Selanjutnya para santri melaksanakan Salat Isya’ dan Salat Tarawih berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan Kajian Fiqih Ramadan, sekaligus mengikuti tadarus bersama. Dan kegiatan ditutup dengan istirahat bersama,” imbuh Kang Asep.

Sementara itu CEO DAI Kendal, Hanif berharap, dengan kegiatan selama Ramadan 1445 Hijriah, para santri bisa mengikuti dengan sungguh-sungguh. Karena selain belajar sepak bola, dalam kegiatan tersebut juga ada kegiatan positif untuk menambah ilmu agama dalam bentuk Pesantren Ramadan.

“Jadi di Diklat Azfa Indonesia ini, para santri tak hanya dibina untuk menjadi atlet-atlet sepak bola yang profesional, tapi juga dididik menjadi seorang muslim yang memiliki akhlak baik dan mempunyai pengetahuan agama yang luas,” ungkap Kang Hanif, sapaan akrabnya.(HS)

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Pageruyung Gelar Operasi Pekat

Masih Masuk Daftar Petarung Elite