HALO BANYUMAS – Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah menjelaskan kapasitas peserta didik pada awal pembelajaran, ditargetkan sebanyak 90 siswa, untuk masing-masing jenjang, dari SD hingga SMA, sehingga total keseluruhan mencapai 270 siswa baru.
Keterangan tersebut disampaikan Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah, saat mendampingi Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, yang meninjau kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Banyumas, di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Jumat (3/7/2026).
Dari semua jenjang itu, untuk Sekolah Dasar masih menyisakan kekosongan, dengan jumlah peserta didik yang terjaring baru sekitar 25 siswa, atau masih kurang 65 siswa.
Adapun untuk jenjang SMP, dari sekitar 400 peminat, kuota 90 siswa telah terpenuhi.
Kondisi serupa terjadi pada jenjang SMA, dengan 90 kuota terisi dari sekitar 360 peminat.
Isbandiyah menduga belum optimalnya jangkauan peserta didik jenjang SD, dipengaruhi oleh usia anak yang masih relatif kecil, sehingga sebagian orang tua masih keberatan melepas anaknya untuk mengikuti pendidikan dengan sistem asrama.
“Kita juga menyadari tidak bisa memaksakan ya. Kebanyakan karena orang tua masih belum tega atau anaknya belum mau pisah dengan orang tuanya itu,” kata dia, seperti dirilis banyumaskab.go.id.
Ia menuturkan, apabila hingga hari penetapan kuota jenjang SD tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut rencananya akan dialokasikan untuk jenjang SMP dan SMA.
“Karena kemarin yang saya pahami sudah diajukan permohonan kepada Kementerian Sosial, untuk kekurangannya ini dialokasikan untuk SMP dan SMA,” tuturnya.
Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie menerangkan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, atau keluarga yang dikategorikan sangat tidak mampu. Proses seleksi calon peserta didik dilakukan oleh Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial melalui sejumlah tahapan penyaringan.
“Nah ini dari kementerian sosial (Kemensos), kemudian dinas sosial, itu sudah melaksanakan pemilihan atau filter mulai keluarga tidak mampu, kemudian jumlah keluarganya berapa, kemudian dia punya beban pinjaman berapa, dan sebagainya,” ucapnya.
Terkait proses pembangunan yang masih berlangsung, Agus menyampaikan kegiatan belajar mengajar akan tetap dilaksanakan di fasilitas yang telah dinyatakan siap digunakan agar tidak mengganggu jadwal dimulainya tahun ajaran baru.
“Infonya seperti itu, dari Dinas PUPR yang bertugas di sini. Tapi, kalau guru, kepala sekolah sudah siap, sudah ready temari, tempat tidur juga sudah ready,” kata dia.
Sosialisasi
Selain peninjauan, rangkaian kegiatan turut diisi dengan sosialisasi Sekolah Rakyat bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan yang berlangsung di Aula Kecamatan Sumbang.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Banyumas, Wahyudi Joko Siswoyo, menyampaikan bahwa pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan penjaringan terhadap anak-anak yang memenuhi syarat untuk masuk Sekolah Rakyat.
“Kami bersama instansi terkait sudah melakukan penjaringan terhadap anak-anak yang memenuhi syarat untuk masuk Sekolah Rakyat, sehingga nantinya proses penerimaan dapat berjalan sesuai data yang valid,” ujar Wahyudi.
Ia menambahkan, sebuah tim juga telah dibentuk untuk melakukan koordinasi, fasilitasi, dan monitoring terhadap kesiapan pelaksanaan pembangunan, termasuk menyiapkan administrasi siswa serta sarana dan prasarana dari sekolah sebelumnya menuju Sekolah Rakyat. (HS-08)

