in

Luhut Tegaskan Pembatasan Pengunjung untuk Lindungi Borobudur

Pengunjung berfoto bersama dengan latar belakang pemandangan Candi Borobudur. (Foto : maritim.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan. menegaskan bahwa rencana pembatasan kuota pengunjung dan kenaikan tarif untuk naik ke area stupa Candi Borobudur, merupakan upaya Pemerintah untuk menjaga dan melindungi warisan budaya dunia tersebut.

“Candi Borobudur itu kan cagar budaya Indonesia yang ditetapkan sebagai situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Dengan relief yang sarat makna, khususnya bagi umat Buddha dan kita umat manusia, penting bagi kita semua memberi perhatian khusus, untuk menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara tersebut,” kata, Luhut secara tertulis, Minggu (05-06-2022), seperti dirilis maritim.go.id.

Menurut dia, sebagai situs sejarah, Candi Borobudur memiliki berbagai kerentanan dan juga ancaman.

Berdasarkan kajian dan masukan dari para ahli kepada Pemerintah, kondisi situs bersejarah itu saat ini mulai mengalami pelapukan. Perubahan iklim, erupsi gunung berapi, gempa bumi, juga menjadi tantangan tersendiri.

“Belum lagi perilaku pengunjung yang suka melakukan vandalisme, menyelipkan benda-benda di sela-sela batu candi, membuang sampah sembarangan, dan yang lebih parah adalah tidak bisa menghargai Candi Borobudur, sebagai situs umat Buddha. Ini semua kan perlu penanganan khusus,” kata dia.

Meskipun demikian, Menko Marinves menyatakan bisa memahami kekhawatiran dan masukan dari masyarakat, mengenai tarif untuk turis lokal yang dianggap terlalu tinggi.

Menurutnya, rencana tarif yang muncul saat ini belum final, karena masih akan dibahas dan diputuskan oleh Presiden, pada pekan depan.

“Saya mendengar banyak sekali masukan masyarakat hari ini, terkait wacana kenaikan tarif untuk turis lokal. Karena itu nanti saya akan minta pihak-pihak terkait, untuk segera mengkaji lagi, supaya tarif itu bisa diturunkan. Saya sampaikan terima kasih kepada semuanya, atas perhatian yang begitu besar kepada warisan budaya kebanggaan kita semua ini,” kata Luhut.

Walaupun demikian, dia juga memastikan bahwa rencana kenaikan tarif untuk turis asing menjadi USD100, tidak akan berubah. Begitu pula tarif untuk pelajar tetap sesuai rencana yang sebelumnya, yakni Rp 5.000.

Sementara untuk sekadar masuk ke kawasan Candi, tarifnya juga tetap di angka Rp 50 ribu, seperti saat ini.

Dia juga mengatakan berdasarkan masukan yang diterima, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menyediakan tarif khusus bagi warga Provinsi Jawa Tengah dan DIY.

Nantinya semua calon turis yang ingin mengunjungi Candi Borobudur, wajib untuk melakukan reservasi secara online. Hal ini dilakukan untuk mengatur aliran pengunjung.

Warga lokal pun juga akan diajak untuk lebih berkontribusi. Semua turis nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Candi Borobudur.

Selain itu, turis diwajibkan untuk menggunakan sandal khusus “upanat” supaya tidak merusak tangga dan struktur bangunan yang ada di candi. Sandal ini akan diproduksi oleh warga dan UMKM di sekitar Candi Borobudur.

“Sebagai bangsa yang kaya dengan budaya, kita tentu tidak mau dianggap tidak bisa menjaga kelestarian warisan budaya kita sendiri. Jadi memang diperlukan treatment khusus untuk mewujudkan upaya itu,” kata dia. (HS-08)

Lima Tahun Vakum, Sedekah Bumi Desa Kecepak Batang Kembali Digelar

Kemenag Tegaskan Jemaah yang Wafat di Saudi akan Mendapat Badal Haji