HALO KENDAL – Selama liburan sekolah, kunjungan wisata ke Pantai Indah Kemangi (PIK) yang berada di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal meningkat 30 persen setiap harinya. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Jungsemi, Dasuki, Minggu (21/7/2024).
“Alhamdulillah, selama liburan ada peningkatan jumlah pengunjung. Dari hari biasa sekitar 300-500 pengunjung perhari, menjadi sekitar 500-700 pengunjung per hari,” ujarnya saat ditemui sejumlah awak media.
Menurut Dasuki, dalam menghadapi liburan, pihaknya tidak menyiapkan atau menambah fasilitas baru, tapi lebih meningkatkan kebersihan area PIK, serta kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung.
“Pengunjung yang datang ke Pantai Indah Kemangi kan sebagian besar ingin menikmati keindahan pantai dan merasakan kenyamanan. Jadi sebisa mungkin kami usahakan untuk menjaga kebersihan kebersihan lingkungan, dan meningkatkan keamanan. Supaya pengunjung merasa nyaman,” bebernya.
Pada kesempatan itu, Dasuki juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, yang telah membantu beberapa fasilitas di PIK. Meski begitu, ia mengakui terkait akses yang masih dikeluhkan beberapa pengunjung.
“Ya dari Dinas Kelautan kan sudah meminta bantuan ke Kementerian untuk pembuatan gardu pandang, dan juga gapura masuk Pantai Indah Kemangi. Memang yang masih menjadi keluhan dari para pengunjung terkait aksesnya. Dan itu masih terus kami upayakan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Dasuki juga menyebut, untuk CSR dari hasil pengelolaan PIK diperuntukkan dalam upaya peningkatan pendidikan masyarakat. Di mana pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya.
“Dari yang sebelumnya Rp 139 juta dibagikan setengah tahun sekali, kini menjadi Rp 183 juta per setengah tahun. CSR kita salurkan untuk siswa dan tenaga pengajar juga untuk para relawan,” bebernya.
Dasuki juga mengungkapkan, ke depan akan melaksanakan pembenahan dan penambahan fasilitas pelayanan bagi pengunjung PIK. Supaya jumlah pengunjung bisa jauh meningkat.
“Ya untuk sementara kondisi Pantai Indah Kemangi masih seperti ini, belum ada yang berubah. Namun yang jelas kami terus berupaya melakukan pembenahan. Yang terpenting adalah, para pelaku UMKM yang merupalan warga lokal Desa Jungsemi bisa berjalan,” pungkasnya.(HS)