HALO SEMARANG – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 benar benar digunakan masyarakat untuk berkumpul dan berwisata bersama keluarga ke tempat wisata di Kota Semarang. Salah satunya, objek wisata yang menyuguhkan pemandangan alam dan satwa kera ekor panjang, yaitu di Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang juga jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Seperti pantauan kunjungan wisatawan di Goa Kreo, pada saat libur Natal, Minggu (24/12) tercatat sebanyak 1.327 orang. Kemudian, pada Senin (25/12) ada sebanyak 911 orang.
Kepala UPTD Kreo dan Agro Wisata, Anto Toto Winanto, menjelaskan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Goa Kreo, sejak hari Minggu (24/12) hingga Tahun Baru 2024 masih cukup banyak.
Mereka umumnya, bersama keluarganya, menikmati pemandangan alam di sekitar Bendungan Jatibarang Semarang.
“Minggu pekan lalu (24/12) ada sebanyak 1.324 pengunjung. Lalu, pas Natal itu ada 911 pengunjung, karena sore itu hujan sehingga pengunjung agak berkurang,” jelasnya, baru-baru ini.
Selain menikmati pemandangan, para wisatawan terlihat asyik memberikan makanan berupa kacang, pisang dan jajanan yang dibawa untuk para kera ekor panjang yang menempati Goa Kreo. Selain itu, wisatawan mendapat hiburan berupa live musik yang dibawakan oleh sejumlah pemain orkes.
Salah seorang pengunjung, Puput asal Jawa Barat mengungkapkan, ia bersama rekan dan keluarganya sengaja berlibur ke Semarang karena mengisi waktu libur Nataru. Menurutnya, berkunjung ke Semarang masih menarik, karena pemandangan di sini cukup asri dan banyak kulinernya.
Adapun saat libur Nataru, harga tiket masuk Goa Kreo sebesar Rp 15.500, hanya berlaku pada 25 – 31 Desember 2023. Sedangkan tanggal 1 Januari 2024 harga tiket masuknya dengan harga normal.
Sementara, Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin menjelaskan, momen libur Natal dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur, terutama pada hari Minggu (24/12) lalu, sebab pada Senin (25/12), sebagian masyarakat masih ada kegiatan untuk ibadah ke Gereja.
“Selasa (26/12) jumlah kunjungan sekitar 2 ribuan pengunjung. Prediksi jumlah pengunjung hingga Tahun Baru 2024 sekitar seribuan orang,”katanya.
Target kunjungan di Semarang Zoo bulan Desember 2023, sebanyak 30 ribuan pengunjung. “Sekarang sudah tercapai sekitar 90 persen, atau diangka hampir 25-27 ribu pengunjung,” imbuhnya.
Upaya menarik kunjungan ke Semarang Zoo saat libur Nataru, pengelola memberikan program feeding atau memberi makan satwa oleh pengunjung.
“Ternyata program ini banyak diminati pengunjung, karena selain mereka datang juga ingin berinteraksi langsung memberikan makan satwa di sini,” lanjutnya.
Sedangkan jenis satwa untuk feeding hampir bisa semuanya, baik jenis herbivora maupun carnivora, seperti harimau dan gajah. Pemberian makan ini hanya camilan untuk satwa, sedangkan makanan utama rutin diberikan yang dikontrol dokter hewan dan memenuhi dari segi medis.
“Kalau herbivora ada kacang panjang, primata itu pisang, dan buah-buahan, sedangkan jenis aves diberikan makan jagung dan pelet. Dan gajah biasanya ketela dan umbi- umbian,” paparnya.
Di setiap kawasan atau zonasi satwa, nantinya akan ada satu lokasi untuk penukaran pakan atau yang ingin berfoto bersama satwa koleksi.
“Di tiap zonasi masing- masing akan dibantu petugas, untuk membantu aktivitas program feeding ini sekaligus sebagai konservasi satwa,” jelasnya. (HS-06).