HALO KENDAL – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Pidodokulon Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026
P3-TGAI merupakan program padat karya dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki atau membangun jaringan irigasi, guna mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Pada tahun ini, Desa Pidodokulon memperoleh dua titik pembangunan saluran irigasi yang dikelola oleh P3A Ngudi Jaya dan Tani Jaya. Masing-masing titik mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 390 juta untuk pembangunan talud (dinding penahan tanah) saluran irigasi tersier.
Pembangunan talud pada program ini bertujuan untuk memperkuat dinding saluran agar tidak longsor dan memperlancar aliran air ke sawah
Ketua P3A Ngudi Jaya, Maskur, mengatakan bantuan tersebut merupakan program pemerintah yang diperjuangkan melalui aspirasi Anggota Komisi V DPR RI, Fadholi, dari Fraksi Partai NasDem.
“Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan pembangunan talud saluran irigasi dari Bapak Fadoli melalui Program P3-TGAI. Di Desa Pidodokulon ini memperoleh dua titik pembangunan, masing-masing dengan anggaran sebesar Rp 195 juta,” ungkapnya, Kamis (23/7/2026).
Maskur menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh anggota P3A bersama masyarakat setempat tanpa melibatkan pihak ketiga atau kontraktor.
Pola tersebut dinilai mampu menciptakan transparansi dalam pelaksanaan pekerjaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap ke depan para petani dapat meningkatkan masa tanam hingga tiga kali dalam setahun dengan hasil panen yang lebih melimpah,” jelas Maskur.
Kepala Desa Pidodokulon, Didik Prastiawan, mengapresiasi terealisasinya Program P3-TGAI di desanya. Menurutnya, bantuan aspirasi dari Anggota Komisi V DPR RI, Fadholi, bermanfaat bagi masyarakat, terutama para petani yang selama ini masih menghadapi keterbatasan jaringan irigasi.
“Alhamdulillah Desa Pidodokulon mendapatkan dua titik Program P3-TGAI yang dikelola oleh P3A Tani Jaya dan Ngudi Jaya. Program ini sangat membantu karena desa kami berada di wilayah paling hilir sehingga masih banyak pekerjaan rumah dalam pembangunan jaringan irigasi pertanian,” ujar Didik.
Ia menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat sekitar lima kilometer saluran irigasi yang belum ditalud sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan pembangunan secara bertahap.
“Kami akan terus berupaya mempercepat pembangunan jaringan irigasi melalui Program P3-TGAI karena para petani sangat membutuhkan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau,” jelas Didik.
“Dengan saluran irigasi yang baik, distribusi air ke lahan pertanian akan lebih lancar sehingga produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” imbuhnya.
Didik juga berharap Desa Pidodokulon kembali memperoleh Program P3-TGAI pada tahun-tahun mendatang agar pembangunan jaringan irigasi dapat diselesaikan lebih cepat.
“Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat, khususnya para petani, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. H. Fadholi yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat sehingga Program P3-TGAI dapat direalisasikan di Desa Pidodokulon,” ungkapnya.
Melalui Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan sistem irigasi di Desa Pidodokulon semakin baik sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi secara optimal.
“Semoga bantuan ini terus berlanjut hingga seluruh jaringan irigasi di desa kami tertata dengan baik demi mendukung peningkatan hasil pertanian dan ketahanan pangan,” imbuh Didik.
Dengan demikian, produktivitas pertanian meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Apresiasi juga disampaikan Ketua P3A Tani Jaya, Satiyono, juga menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program tersebut. Dirinya berharap bantuan P3-TGAI dapat terus berlanjut karena masih banyak saluran irigasi di Desa Pidodokulon yang membutuhkan pembangunan talud.
“Kami terbantu dengan bantuan ini. Harapannya, program bisa terus berlanjut setiap tahun karena masih banyak jalur pengairan sawah yang perlu dibangun agar distribusi air semakin maksimal,” ungkapnya. (HS-06)


