HALO SEMARANG – Para prajurit dari Komando Resort Militer (Korem) 172/PWY, mengirimkan doa untuk kesuksesan para anggota TNI dan Polri, yang sedang mengemban tugas menyelamatkan pilot Susi Air, Philip Mark Merthens, yang disandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.
Doa tersebut disampaikan oleh para prajurit itu, ketika mengikuti istiqhotsah Nasional, dari Masjid Ridho Allah Asrama Bucend 3 Waena, Distrik Waena, Kota Jayapura, Minggu (19/2/2023).
Di tempat itu mereka mengikuti secara virtual, Istighosah Kubro memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1444 H, yang dipusatkan di Masjid Agung Cianjur, Jawa Barat, dihadiri Wapres RI Ma’ruf Amin, KSAD Jendral TNI Dudung Abdurachman dan Ketua MUI Pusat KH M Cholil Nafis.
Kepala Staf Resort Militer (Kasrem) 172/PWY Kolonel Inf Bayu Sudarmanto, mewakili Danrem 172/PWY, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, sekaligus memanjatkan doa bersama, memohon keselamatan bangsa, khususnya Korem 172/PWY.
Doa juga dipanjatkan untuk seluruh prajurit yang saat ini sedang melaksanakan tugas di Timika, dalam rangka pembebasan Pilot Susi Air, yang disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya.
“Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan ini dapat memberikan keselamatan bagi kita semua, terutama kepada pimpinan kami Pangdam XVII/Cenderawasih, Danrem 172/PWY dan seluruh anggota yang sedang melaksanakan tugas di Timika, dalam rangka pembebasan sandera Pilot Susi Air. Semoga diberikan keselamatan, kelancaran dan kesuksesan,” kata Kolonel Inf Bayu Sudarmanto, seperti dirilis tni.mil.id.
Dia juga mengemukakah hatapan, kegiatan hari ini dapat menjadi sarana untuk menjalin sinergi yang kuat antara TNI dengan seluruh komponen masyarakat.
Sementara itu, KSAD Jendral TNI Dudung Abdurachman, mengungkapkan kegiatan Istighotsah Kubro yang diselenggarakan secara Nasional ini, merupakan sarana meningkatkan ketaqwaan diri kepada Allah Swt.
Kegiatan diisi zikir dan doa, dengan harapan mendapatkan ketenangan batiniah dan semakin kuatnya keikhlasan dan kesabaran dalam menerima musibah dan bencana, sebagai ujian dari Allah Swt.
Lebih lanjut KSAD mengatakan, di tengah dinamika kehidupan yang semakin dinamis dan kompleks, dibutuhkan jalinan kerja sama dan toleransi dalam kehidupan beragama.
Selain itu terjalinnya sinergi antara TNI, ulama, dan komponen bangsa lainnya dengan mengedepankan persaudaraan serta persatuan dan kesatuan bangsa.
“Dalam setiap kesempatan, saya selalu menyampaikan kepada prajurit TNI Angkatan Darat, bahwa Angkatan Darat harus selalu berada di tengah-tengah kesulitan rakyat apapun bentuknya kesulitan tersebut serta harus menjadi solusi, karena rakyat lah ibu kandung TNI Angkatan Darat,” tegas Kasad. (HS-08)