HALO KENDAL – Persiapan Kabupaten Kendal sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Semarang Raya 2026 terus dimatangkan. Sejumlah persoalan teknis, mulai venue pertandingan hingga kebutuhan anggaran, masih menjadi bahan kajian agar pelaksanaan Porprov berjalan lancar.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) KONI Kabupaten Kendal bersama para koordinator bidang kontingen di Kantor KONI Kendal, Rabu (7/10/2026).
Rakor dipimpin Ketua Kontingen Porprov Kendal yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kendal, Achmad Ircham Chalid. Hadir pula Penanggung Jawab Kontingen sekaligus Ketua Umum KONI Kendal, Subur Isnadi, serta Plt Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Zen Yukri Iswandaru.
Turut hadir Wakil Ketua Kontingen yang juga Ketua dan Wakil Komisi B DPRD Kendal, Sulistyo Ari Bowo dan Dedy Ashari Styawan. Sementara jajaran sekretariat kontingen terdiri dari S Wahyu Widayanto, Nur Fais Subasono, Adrian Prasetiyono, serta Bendahara Untung Prihantono.
Ketua Umum KONI Kendal Subur Isnadi mengatakan, rakor digelar untuk mengetahui secara lebih rinci kesiapan teknis masing-masing koordinator bidang dalam menghadapi Porprov Jateng XVII Semarang Raya.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah hal yang perlu disepakati bersama, terutama menyangkut pembagian tanggung jawab antara PB Porprov, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah.
“Ada beberapa hal berkaitan dengan persiapan yang saat ini saya butuh pemaparan lebih teknis. Karena masih ada beberapa hal yang harus kita sepakati bersama, termasuk salah satunya kirab obor Porprov 2026 yang rencananya akan menginap satu hari di Kabupaten Kendal,” kata Subur.
Selain itu, KONI Kendal masih menemukan perbedaan pemahaman mengenai kewajiban tuan rumah dalam menyiapkan venue pertandingan.
Subur mencontohkan, dalam pembahasan dengan KONI Jawa Tengah, salah satu kabupaten yang menjadi tuan rumah cabang olahraga tenis meja disebut harus menyiapkan seluruh meja pertandingan, yang jumlahnya bisa mencapai 20 unit.
“Jadi ada contoh Kabupaten Semarang selaku tuan rumah cabang olahraga tenis meja, mereka juga harus menyiapkan seluruh meja pertandingan sampai 20 buah. Untuk itu, ini menjadi bahan kajian kita, apakah kita benar-benar siap melaksanakan sebagai tuan rumah delapan cabang olahraga,” jelasnya.
Menurut Subur, persoalan tersebut penting segera dipastikan karena Kendal mendapat tanggung jawab menjadi tuan rumah untuk delapan cabang olahraga dalam Porprov tahun ini.
“Ini perlu kita kaji bersama. Jangan sampai ketika pelaksanaan sudah dekat, baru diketahui ada kebutuhan yang ternyata menjadi tanggung jawab tuan rumah,” ujarnya.
Selain menjadi tuan rumah pertandingan, Kabupaten Kendal juga dipercaya menjadi lokasi closing ceremony atau upacara penutupan Porprov Jateng XVII.
Subur mengatakan, berdasarkan paparan awal dari panitia besar (PB) Porprov, konsep penutupan akan digelar di luar stadion atau gedung sport center dengan menghadirkan sejumlah hiburan. Pelaksanaannya juga telah dipersiapkan melalui event organizer (EO) yang ditunjuk PB Porprov.
Namun, besarnya kebutuhan anggaran untuk acara tersebut masih menjadi pertanyaan. KONI Kendal belum memperoleh kepastian mengenai pihak yang akan menanggung biaya pelaksanaan penutupan.
“Kemarin saat presentasi bersama EO, penutupan dengan berbagai kegiatan dilaksanakan di luar gedung sport center. Dan itu membutuhkan biaya besar. Nah, kita belum tahu anggaran itu nantinya dari mana. Apakah dari PB atau kita selaku tuan rumah,” ungkapnya.
Berbagai persoalan tersebut, lanjut Subur, akan menjadi bahan hasil rakor yang selanjutnya disampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Agus Dwi Lestari.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memberikan masukan dan solusi, sehingga Kendal mampu menjalankan tanggung jawab sebagai tuan rumah dengan baik.
“Kita ini mewakili kebutuhan dan marwah nama baik Kabupaten Kendal. Karena pesan Ibu Bupati, agar pelaksanaan Porprov di Kabupaten Kendal bisa sukses. Baik sukses pelaksanaan maupun sukses prestasi,” tegas Subur.
Dalam rakor tersebut, masing-masing koordinator juga memaparkan rencana kerja dan kesiapan bidangnya. Pemaparan dipandu Ketua Tim Pembina dan Pendamping Kontingen Porprov Jateng XVII Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid.
Sejumlah bidang yang memaparkan persiapan meliputi Perlengkapan yang dikoordinatori Moh Arfani, Konsumsi oleh Ika Widiati, Dokumentasi dan Publikasi oleh Sapawi, Upacara oleh Joko Pranawa Adi, Transportasi oleh Hadi Nugroho, Akomodasi oleh Nashron, Hukum oleh Ghufroni, Kesehatan oleh dr Turidin, serta Bidang Pertandingan oleh Sunari Sofyan.
Ircham mengatakan, meski hingga kini belum ada kepastian secara rinci mengenai pembagian tanggung jawab antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, tim Kendal diminta tetap mempersiapkan seluruh kebutuhan sebaik mungkin.
“Meski belum mengetahui secara pasti mana yang ditanggung provinsi dan mana yang ditanggung kabupaten/kota, namun paling tidak tim ini sudah mempersiapkan dengan matang,” katanya.
Ia meminta seluruh koordinator menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Sebab, keberhasilan penyelenggaraan Porprov di Kendal tidak hanya menyangkut kelancaran pertandingan, tetapi juga membawa nama baik daerah sebagai tuan rumah.
“Kami berharap kepada panjenengan semua untuk melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Karena sukses dan tidaknya pelaksanaan Porprov Jawa Tengah ke-17 Semarang Raya untuk Kabupaten Kendal ada di tangan panjenengan,” pungkasnya.(HS)

