in

Komunitas Brutal Temanggung Galang Dana Pembangunan Madin Al Falah

Bupati Temanggung, Al Khadziq melepas peserta off road yang digelar komunitas Brutal Temanggung. Kegiatan ini untuk menggalang dana pembangunan Madin Al Falah. (Foto : Temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Komunitas Brutal, yang merupakan perkumpulan Trail Parakan, melaksanakan bakti sosial dengan mengadakan off road sejauh 80 kilometer, dalam rangka menggalang dana pembangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Falah, Desa Mandisari, Kecamatan Parakan, Minggu (22/1/2023).

Sebanyak 500 offroader, mengikuti bakti sosial yang diselenggarakan Komunitas Brutal ini. Mereka tak hanya dari Temanggung, melainkan juga dari Wonosobo dan sekitarnya.

Tiap peserta offroad mendonasikan Rp 60 ribu pada saat registrasi, dan uang yang terkumpul, disalurkan seluruhnya oleh Komunitas Brutal, untuk membiayai pembangunan Madin Al Falah, Desa Mandisari.

Bupati Temanggung, Al Khadziq yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan dalam rangka penggalangan dana untuk membiayai pembangunan Madin Al Falah ini.

“Saya acungi jempol kepada Pak Lurah dan masyarakat Mandisari. Luar biasa, hari ini masyarakat dapat hiburan gratis motocross yang datang dari berbagai kota,” kata Bupati, seperti dirilis temanggungkab.go.id.

Al Khadziq juga menyebut event ini istimewa, karena dilaksanakan oleh Komunitas Brutal, dalam bentuk bakti sosial mengumpulkan dana untuk pembangunan Madrasah Diniyah Al Falah Mandisari.

Bupati menambahkan, kepada para peserta offroad yang mengikuti kegiatan ini, agar senantiasa mendapatkan pahala atas sumbangsihnya dalam membantu pembangunan Madin Al Falah Mandisari, Kecamatan Parakan.

“Saya ucapkan selamat datang di Kabupaten Temanggung, selamat menikmati tantangan-tantangan dan hambatan yang memang sengaja anda cari di Kabupaten Temanggung. Tantangan tanjakan berhadiah dan sebagainya,” kata Bupati.

Dia juga berharap agar kehadiran, kontribusi, sumbangan atau apapun bentuknya yang nanti terkumpul untuk pembangunan Madrasah Al Falah ini, mendapatkan pahala dari Allah Swt.

“Semoga para peserta semua diberi keselamatan. Selamat berangkatnya, selamat pulangnya, peserta senang, masyarakat senang, yang dilewati senang, panitia senang, sampai nanti turun pada santri-santri Madrasah Diniyah ikut merasakan kesenangannya,” tambahnya.

Kepala Desa Mandisari, Isrofi, dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa pembangunan Madin Al Falah, merupakan sebuah upaya masyarakat Desa Mandisari bersama dengan Pemerintah Desa, untuk mengakomodasi jumlah santri yang semakin banyak dan bertabrakan jadwal dengan sekolah pagi di MI.

“Dalam rangka menyelenggarakan bakti sosial penggalangan dana pembangunan Madrasah Diniyah Al Falah Desa Mandisari, perlu saya sampaikan bahwa event ini digelar sejak kemarin untuk event privatenya. Kemudian hari ini adalah event besarnya,” kata dia.

Dia mengatakan, selama ini murid Madrasah Diniyah Al Falah yang masuk pagi dan siang, menempati gedung yang sama.

Dalam perkembangannya, santri pun semakin banyak, sehingga kegiatan antara sekolah pagi dengan sekolah siang ini sering bertabrakan.

“Upaya kami bersama masyarakat Desa Mandisari kemudian berupaya untuk melakukan pembangunan gedung tersendiri. Alhamdulillah, sebagian seperti yang kita lihat sudah terealisasi dari infak dan swadaya masyarakat,” ujar Kepala Desa, Isrofi. (HS-08)

Ngidam Bertemu Ganjar, Mifdatun Bahagia Akhirnya Bisa Berfoto dan Ngobrol

Bupati Temanggung Minta Jamaah Pengajian Ikut Membangun Daerah