HALO SEMARANG – Memasuki musim hujan, berbagai wilayah di Kota Semarang tak hanya dihadapkan pada potensi banjir, tetapi juga ancaman penyakit pascagenangan. Kondisi lingkungan yang lembap dan tergenang menjadi sarang berkembangnya berbagai bibit penyakit, mulai dari gangguan kulit dan gatal-gatal hingga penyakit serius seperti leptospirosis dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan diri serta lingkungan. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Talkshow bersama DPRD Kota Semarang bertema “Mewaspadai Penyakit di Musim Hujan” di Quest Hotel Semarang, Senin (17/11/2025).
“Kami mendorong Dinas Kesehatan untuk terus melakukan sosialisasi pencegahan penyakit pascabanjir. Semakin tinggi kesadaran masyarakat, semakin mudah bagi kita mencegah penyebaran penyakit,” ujar pria yang akrab disapa Pilus tersebut.
Pilus menambahkan, upaya pencegahan telah dilakukan sejak dini oleh dinas terkait, termasuk penguatan peran juru pemantau jentik (Jumantik) dari tingkat RT hingga RW untuk memantau penyebaran nyamuk penyebab DBD. “Kami minta upaya pencegahan terus ditingkatkan agar masyarakat tetap sehat,” tegasnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Endah Emayanti, menjelaskan bahwa lingkungan yang tergenang setelah banjir sangat rawan terhadap leptospirosis. Penyakit yang disebabkan bakteri dari urin tikus ini masuk ke tubuh melalui luka pada kulit yang terpapar air tercemar. “Gejalanya antara lain demam, sakit kepala, serta nyeri otot terutama di betis dan punggung,” jelasnya.
Endah menyebutkan, Dinkes kini memaksimalkan edukasi kesehatan melalui media sosial untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Sosialisasi dilakukan melalui votecast, WhatsApp Blast, hingga produksi film pendek bertema kesehatan. “Dengan cakupan wilayah yang luas (177 kelurahan, 39 puskesmas, dan satu RS di Mijen) edukasi digital lebih efektif dibandingkan leaflet yang kini jarang dibaca,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Udinus, Enny Rachmani, menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama menjalani aktivitas sehari-hari. Menurutnya, investasi kesehatan harus dimulai dari hal-hal sederhana seperti menerapkan pola hidup bersih, makan sehat, dan berpikir positif.
“Contohnya mencuci tangan sebelum makan, tidak berbagi peralatan makan, serta menjaga kebersihan tubuh setelah kehujanan. Tubuh membutuhkan istirahat cukup agar bisa pulih dan meregenerasi sel baru,” paparnya.
Dengan kolaborasi pemerintah, fasilitas kesehatan, dan kesadaran masyarakat, berbagai penyakit yang kerap muncul pada musim hujan diharapkan bisa dicegah sejak dini.(HS)


