HALO SEMARANG – Jumlah umat muslim yang ingin berangkat haji, yang jauh lebih banyak dibandingkan kuota dari Pemerintah Arab Saudi, membuat antrean untuk menjalankan rukun Islam ke lima itu menjadi sangat panjang.
Bahkan di Indonesia, ada yang harus menunggu sampai 47 tahun untuk dapat berangkat ke Tanah Suci.
Panjangnya antrean itu memantik keprihatinan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.
Dalam kunjungan kerjanya ke Asrama Haji Pariaman, Sumatera Barat, 4 September 2023 silam, dia mendorong Pemerintah RI melakukan berbagai cara untuk mengurangi masa tunggu atau antrean haji yang saat ini cukup panjang.
“Antrean jemaah haji yang panjang hingga berpuluh tahun, menjadi perhatian Komisi VIII untuk mencari solusinya, sementara jumlah kuota yang ada tidak banyak berubah setiap tahunnya,” kata Marwan Dasopang, seperti dirilis kemenag.go.id.
Marwan Dasopang pun memberikan usulan alternatif, yakni memanfaatkan kuota jemaah haji negara lain.
“Salah satu upayanya adalah mendorong pemerintah memanfaatkan kuota jemaah negara lain yang tidak digunakan atau tidak terserap maksimal. Mungkinkah kita pakai, mungkin saja,” kata dia.
Kegundahan wakil rakyat itu pun mendapat tanggapan pemerintah. Presiden RI Joko Widodo, ketika bertemu Perdana Menteri (PM) Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman Al-Saud, pada 19 Oktober 2023, juga menyampaikan problem itu.
Hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang sangat baik, membuat Mohammed bin Salman Al-Saud, yang juga Putra Mahkota Arab Saudi itu pun segera mengambil keputusan.
Tak butuh waktu lama, Kerajaan Arab Saudi pun memberikan tambahan kuota 20 ribu haji.
Tambahan kuota didapat setelah pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota yang juga
“Kurang dari 12 jam komitmen tambahan kuota haji langsung diberikan paling tidak 20 ribu untuk tahun depan tambahannya diberikan kepada Indonesia,” kata Presiden, seperti dirilis kemenag.go.id, baru-baru ini.
Untuk diketahui, pada Juli 2023 silam, Kemenag RI menyampaikan kabar bahwa Indonesia saat itu memperoleh kuota haji 221.000 orang.
Dengan adanya tambahan kuota haji sebanyak 20 ribu orang, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan syukur.
Dia juga menyukuri kunjungan kerjanya ke Kerajaan Arab Saudi berjalan dengan lancar dan produktif.
Kegiatan tersebut yaitu pertemuan bilateral dengan PM Mohammed bin Salman Al-Saud hingga Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-GCC (Gulf Cooperation Council).
“Alhamdulillah seluruh kegiatan sudah selesai. Pertemuan Bilateral dengan His Royal Highness Prince Mohammed Bin Salman dan KTT ASEAN-GCC berjalan lancar, berjalan dengan produktif,” ucap Presiden.
Setelah adanya kuota tambahan itu, merupakan tanggung jawab Kementerian Agama dan instansi terkait untuk mengelola agar proses ibadah haji 2024 kelak dapat berjalan dengan baik.
Karena itulah kemudian Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas tak hanya mensyukuri tambahan 20 ribu kuota haji itu, tetapi juga menganggap tambahan kuota itu merupakan tantangan.
“Kita bersyukur Presiden menyampaikan secara khusus, Indonesia mendapat tambahan kuota dari Pangeran Muhammad bin Salman, minimal 20 ribu. Ini kebahagiaan sekaligus tantangan,” kata Menag Yaqut, setelah melepas jalan peringatan Hari Santri 2023, di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (21/10/2023).
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan tambahan kuota ini akan berdampak pada berkurangnya panjang antrean.
“Ini harus disiapkan lebih baik lagi. Tidak mudah menyiapkan keberangkatan 241 ribu jemaah, kalau ada tambahan 20 ribu,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.
Menurut Yaqut, Saudi juga mengubah beberapa regulasi yang harus disiapkan, karena berbeda dengan sebelumnya.
Maka dari itu, dalam rapat secara virtual dengan jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, dia meminta agar segera dilakukan persiapan.
“Nantinya tetap ada prioritas lansia. Jumlahnya saat ini kurang lebih ada 600 ribu jemaah lansia. Saya ingin ini supaya mereka juga bisa menjadi prioritas,” kata Gus Yaqut. (HS-08)