in

Kesiapan Layanan Kesehatan Haji, 1.044 Tenaga Medis Dikerahkan ke Armuzna

Sumber : sehatnegeriku.kemkes.go.id

 

HALO SEMARANG – Kementerian Kesehatan RI menyiapkan berbagai hal, mulai dari personel hingga obat-obatan dan ambulans berlisensi, untuk melayani lebih dari 200 ribu muslim Indonesia yang menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Liliek Marhaendro Susilo, dalam Pertemuan Sosialisasi Persiapan Kesehatan Haji di Armuzna secara daring, baru-baru ini mengatakan negara harus hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah.

“Kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kesehatan haji kepada jemaah adalah kewajiban. Kami telah menyiapkan 192 orang PPIH Bidang Kesehatan, 1.044 orang Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), 14 ambulans berlisensi dengan dua sopirnya, empat bus untuk safari wukuf, serta obat-obatan dan perbekalan kesehatan (perbekkes),” kata Liliek Marhaendro Susilo, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Liliek juga membeberkan logistik obat dan perbekalan kesehatan yang disiapkan, antara lain untuk :

  • Kebutuhan kloter selama di Armuzna,
  • Kebutuhan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta
  • Kebutuhan bus safari wukuf.

 

Untuk  obat dan perbekalan kesehatan, mulai didistribusikan ke Arafah dan Mina, sudah dilaksanakan sejak Selasa (3/6/2025).

Pernyataan senada disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji, Mohammad Imran, selaku Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi.

Dia mengatakan bahwa pada pelaksanaan kesehatan haji saat di Armuzna, akan disediakan layanan konsultasi medis oleh dokter umum dan spesialis, obat dan perbekkes, fasilitas rujukan, ambulans, serta pendataan melalui Siskohatkes.

Dalam kepadatan jemaah di tenda Armuzna, Imran mengingatkan agar jemaah tetap menggunakan masker meskipun berada di dalam ruangan.

“Begitu banyaknya jemaah di dalam tenda terasa sesak, padat, dan tidur dengan kasur di bawah serta dekat dengan faktor risiko debu untuk penyakit ISPA. Maka tolong petugas mengingatkan jemaah untuk menggunakan masker meski di dalam tenda, ya,” pesan Imran.

Selain itu, Kabid Kesehatan juga meminta agar petugas terus mengedukasi jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah.

“Haji itu adalah saat di Arafah dan sudah sah dalam rukunnya. Jangan memaksakan diri, karena selama melempar jumrah tidak ada klinik, tidak ada tempat istirahat. Tetap berada di Jamarat saat 10 Dzulhijjah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Ketua Tim Asistensi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan, Dirjen SDM Kesehatan, Yuli Farianti, mengingatkan kepada para petugas agar selalu menjaga kesehatan, dan tidak lupa mengatur waktu makan dan minum, selain memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada jemaah.

“Lakukan komunikasi dan lead dengan baik dari PJ yang ditunjuk oleh PPIH Kesehatan ke 8 syarikah. Untuk para TKHK, apabila ada keadaan yang tidak bisa ditangani sendiri, kontak tim terdekat dan konsultasikan dengan PJ. Terus edukasikan kepada jemaah lansia: lebih baik beribadah di dalam tenda. Saya juga berharap teman-teman jangan sampai drop. Jaga kesehatan selalu. Atur makan-minumnya, jangan lupa,” pesan Yuli.

Berdasarkan Peta Misi Haji Indonesia, Kementerian Agama menentukan delapan syarikah yang mengelola penyelenggaraan akomodasi dan transportasi para jemaah haji, termasuk tenda di Armuzna. Syarikah tersebut antara lain: Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad.

Dengan adanya mekanisme delapan syarikah saat ini, Yuli mengungkapkan adanya permasalahan pada TKHK yang mengalami overload jemaah.

“Contohnya, ada salah satu syarikah yang hanya memiliki satu dokter yang harus menangani 800 jemaah. Ada juga tempat lain yang jumlah dokternya banyak, dengan perbandingan 1:200 jemaah. Kita harus berkolaborasi satu sama lain. PPIH Kesehatan akan mengisi kekosongan yang ada di kloter masing-masing,” ucap Yuli. (HS-08)

Wukuf di Arafah, Menag Ingatkan Jemaah Haji mengenai Larangan dan Denda

Legislator Sebut Kelas Menengah Juga Perlu Diperhatikan Dalam Stimulus Ekonomi