HALO KENDAL – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah mengadakan sosialisasi dan verifikasi faktual pencairan dana hibah untuk organisasi masyarakat (ormas) yang ada di wilayah Kendal dan Batang, yang digelar di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Kamis (11/1/2024).
Kepala Ketahanan Bangsa pada Kesbangpol Jawa Tengah, Muslichah Setiasih mengatakan, untuk Kendal ada 200 ormas yang mendapat bantuan hibah, dengan besarnya bantuan berbeda-beda. Yaitu sesuai aturan minimal Rp 10 juta dan maksimal Rp 35 juta.
“Bantuan berupa uang, bukan berupa barang. Nilainya berbeda-beda sesuai dengan berkas yang diajukan dan sesuai persetujuan dari TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Provinsi Jawa Tengah. Kalau skupnya ranting ya sesuai aturan minimal Rp 10 juta, ada yang Rp 25 juta ada yang Rp 35 juta. Kalau yang tingkat provinsi bisa di atas Rp 200 juta,” ujarnya.
Muslichah Setiasih menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan adalah untuk sosialisasi pencairan hibah, kemudian verifikasi faktual pengajuan hibah.
“Verifikasi faktual kami lakukan kepada berkas-berkas yang telah masuk di tahun kemarin, kemudian kita verifikasi untuk proses persiapan pencairan,” jelasnya.
Muslichah Setiasih juga menandaskan, bantuan dana hibah yang nantinya diberikan, bukan untuk kegiatan non fisik, namun lebih kepada peningkatan kapasitas masyarakat.
“Bisa dalam bentuk pelatihan, sosialisasi, kegiatan pemberdayaan masyarakat. Jadi untuk non fisik, dan sudah kita sosialisasikan,” tandasnya.
Muslichah Setiasih menambahkan, untuk pengajuan, kebanyakan ormas alumni pondok pesantren di Kendal. Untuk klasifikasinya, yaitu ormas yang sudah berbadan hukum, baik di pusat (induk), maupun di daerah, dan berkas-berkas kelengkapan lainnya.
“Ini merupakan dana hibah 2024. Untuk pencairan kita kerja proses. Yang jelas kita ada aturan, sebelum masa tenang (pemilu) kita usahakan pencairan, habis itu kita stop dulu. Baru setelah masa tenang kita pencairan lagi,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Alfadlu (Ikaf) Kendal, Nujumurrosyad Wibowo mengatakan, pihaknya mengikuti tahap verifikasi untuk pencairan bantuan dana hibah dari Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah.
Dirinya mengaku, saat ini masih menunggu instruksi dari Kesbangpol, karena ada beberapa berkas yang harus disiapkan dan dilengkapi, terutama beberapa poin pengajuan yang masih belum lengkap.
“Jadi tahapan sekarang, masih melengkapi berkas pengajuan. Nantinya, bantuan ini akan kita pergunakan untuk peningkatan kapasitas. Bisa semacam seminar untuk para alumni Ponpes Alfadlu Kabupaten Kendal yang ada di masing-masing desa,” ujarnya.
Sementara terkait dengan sosialisasi, Nujumurrosyad menjelaskan, kegiatan sosialisasi adalah bagaimana para ormas mensikapi tahun politik dan apa yang harus dilakukan.
“Karena ini sudah masuk tahun politik, langkah apa yang harus ditempuh dan langkah apa yang harus diambil, ketika menghadapi tahun politik. Paling tidak, santri harus berperan, dalam memberi warna untuk kemajuan bangsa dan negara. Sedikit saja kita memberi warna, Insya-Allah akan memberikan perubahan ke arah yang lebih baik,” jelasnya.
Nujumurrosyad berharap, bantuan dapat membantu terkait pembelajaran tentang wawasan kebangsaan untuk pribadi maupun pembelajaran politik. Karena para santri yang sudah menjadi alumni ini, mempunyai peran penting dalam menentukan nasib bangsa dan negara. (HS-06)