in

Kembangkan Bakat Bermusik Warga Binaan, Lapas Batang Tampilkan Lapangkustik di Safari Beach Jateng

Grup Lapangkustik Lapas Batang, Tampil di Safari Beach Jateng (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang, mengembangkan bakat bermusik lima Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membentuk grup band dan manggung di objek wisata.

Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Rindra Wardhana menyampaikan, lima WBP itu adalah Danang dari Batang, Wiji dari Purwokerto, Umam dari Pekalongan, Ilham dari Batang, dan Imbal dari Weleri.

Para WBP itu membentuk grup band, yang diberi nama Lapas Batang Akustik (Lapangkustik), dan berkesempatan menghibur pengunjung di Safari Beach Jateng.

“Personelnya ada lima yakni Danang dari Batang, Wiji dari Purwokerto, Umam dari Pekalongan, Ilham dari Batang dan Imbal dari Weleri,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Rindra Wardhana, menyampaikan kegiatan ini untuk membangkitkan semangat para WBP, bahwa keberadaan mereka masih bisa menjadi pusat perhatian publik.

Awal mula terbentuknya grup musik ini, sebelumnya para WBP mengikuti asesmen. Hasilnya, kelima WBP tersebut ternyata berbakat dalam dunia musik.

“Kami kumpulkan jadi satu dan mereka diberi kesempatan berlatih selama dua pekan, sebelum tampil perdana di Safari Beach Jateng,” kata dia.

Dipilihnya destinasi wisata sebagai ajang berekspresi, karena banyak pengunjung di ruang publik.

Harapannya setelah pengunjung melihat langsung penampilan mereka, bisa memberi tanggapan yang beragam.

“Misalnya, vokal mereka sudah kompak, selaras dengan nadanya dan memang layak tampil di hadapan publik,” jelasnya.

Ia mengharapkan, kelima WBP tersebut secara rutin diberi kesempatan mengekspresikan bakat bermusiknya di Safari Beach Jateng.

Untuk menjadi personel dari Lapangkustik harus berkelakuan baik, telah melewati setengah dari masa pidananya.

“Faktor keamanan tetap yang utama. Sebelum kami mengeluarkan mereka untuk tampil, diawali asesmen hingga sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dengan mengundang kejaksaan, kepolisian, pengadilan serta Disparpora yang mengampu destinasi wisata di Batang,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga untuk mengenalkan potensi wisata Safari Beach Jateng ke publik, sesuai program Pemkab yang terus menggelorakan promosi destinasi wisata di Batang.

Salah satu personel Lapangkustik, Danang asal Batang, mengatakan kelima personel sebelumnya tidak saling mengenal. Namun karena memiliki hobi yang sama, akhirnya bisa bergabung dalam grup musik Lapangkustik.

“Pertama disuruh petugas mencari WBP yang hobi main musik, akhirnya ketemu sama teman-teman. Hampir semua bisa main musik bahkan ada juga yang pernah punya grup band dan tampil di sejumlah festival,” terangnya.

Dengan diizinkannya tampil di hadapan pengunjung destinasi wisata, sudah merupakan apresiasi luar biasa.

“Ya walaupun kami dibilang tampil bagus, ya tetap saja kami ingin bebas dan pulang ke tengah keluarga,” ujar dia.

Ia mengaku mayoritas personel dipidana karena kasus narkoba, pencurian, dan lainnya.

“Saya sudah tiga tahun di dalam Lapas dan masih harus menjalani masa pidana enam bulan lagi,” kata dia. (HS-08)

Rayakan Ulang Tahun, DPRD Boyolali Persiapkan Musik Koes Plus hingga Bazar

Badut Dower Batang Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur